Tampilkan postingan dengan label Beliebers. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Beliebers. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Juli 2013

Fakta Unik Justin Bieber Part 2

   Selamat malam sobat blogger! Saya yakin, anda pasti sudah kenal dengan nama penyanyi muda berbakat asal canada yang satu ini. Ya, dia adalah Justin Bieber. Pelantun lagu Baby ini ternyata memiliki beberapa fakta unik tentang dirinya loh. Mau tau apa saja fakta unik tersebut? Mari kita simak baik-baik! :)



  1. Menurut Justin, perempuan Asia itu memiliki kecantikan tersendiri dan berbeda dari yang lain. *Prok..prok..prok.. :D
  2. Beliebers adalah nama fans Justin Bieber.
  3. 98% gosip tentang Justin berasal dari Beliebers. 
  4. Justin mempunyai sebutan bagi Haters, yaitu "DOMOLUS" yang artinya stupid.
  5. Kata "Your world is my world" ada di dalam lagu U Smile dan One Time.
  6. Justin said "I don't understand why my fans fight with fans of One Direction. Boys and I are friends".
  7. Ternyata Justin diam-diam suka stalking twitternya Beliebers. 
  8. Justin membuat instagram pada Juli 2011 dan berhasil mendapatkan 1.700 followers dalam waktu 1 jam. *Wonderful! :)
  9. Justin tidak suka dengan perempuan perokok.
  10. Jika saja Justin bisa, ia ingin merubah warna bola matanya menjadi warna ungu. *Same with me. Xoxo :D
  11. Justin mencari namanya di google, hanya untuk bersenang-senang. 
  12. Justin benci ketika ada orang yang mengambil fotonya, ketika ia sedang makan.
  13. Kadang-kadang Justin membaca Bieberfact, dan berpikir pada dirinya sendiri, "How do they know that?!"
  14. Album "Believe" awalnya berjudul "Daydream Belieber".
  15. Justin pernah turun dari mobil, hanya untuk memeluk Belieber yang menangis.
  16. Kadang-kadang Justin menangis karena dia takut kehilangan Beliebers. *Tenang bang, I'll always be there for ya :)
  17. Orang pertama yang diikuti Ryan di twitter adalah Justin.
  18. Hp Justin itu limited edition.
  19. Ketika Justin pranks orang-orang, dia suka mengatakan "BIEBER ALERT".
  20. "I want my girlfriend to have long hair so I can play with it when I'm bored" - Justin Bieber.
  21. Pernah Justin ditanya "Beyonce or Selena" dan dia menjawab "My Beliebers!".
  22. Justin mengatakan patah hati pertamanya adalah ketika dia berusia 7 tahun, dimana hamster miliknya mati. :(
  23. Justin hanya tertawa pada rumors.
  24. "If my father was still alive, he would be proud of you (Justin)" - Paris Jackson.
  25. Warna favorit Justin adalah warna ungu.
  26. Justin adalah pengguna google chrome.
  27. Dia adalah orang yang kidal.
  28. Justin itu bisa berbicara bahasa perancis.
  29. Justin suka untuk memperlambat menari dengan gadis-gadis.
  30. Justin menangis ketika sedang recording lagu pray. :)

   Well, sepertinya hanya itu yang dapat saya bagikan. Jangan pernah bosan untuk mengunjungi blog ini ya! Dan jangan lupa untuk memberikan +1, like, dan commentnya. See you later and salam blogger! ^^



Selasa, 21 Mei 2013

Fakta Unik Justin Bieber Part 1

     Hallo sobat blogger! Apakah anda seorang belieber atau mungkin anda tertarik untuk menelusuri beberapa fakta yang dimiliki oleh pelantun lagu Boyfriend ini? Kalau jawabannya ya, berarti anda tidak perlu repot-repot mencari kesana-sini. Karena pada postingan kali ini, saya akan membahas beberapa fakta unik mengenai Justin Bieber. So, buat kamu yang mau tau silahkan dibaca! 



  1. Pelantun lagu boyfriend ini memiliki nama lengkap Justin Drew Bieber.
  2. Justin lahir di Strartford, Ontario, Kanada.
  3. Justin lahir pada tanggal 01 Maret 1994.
  4. Ibunya bernama Patricia (Pattie) Lynn Mallette.
  5. Ayahnya bernama Jeremy Jack Bieber.
  6. Orang tua justin bercerai pada saat justin masih berusia 2 tahun.
  7. Warna favoritnya adalah ungu. *Wah samaan bang!!! :D
  8. Justin tidak suka kacang.
  9. Justin bisa moonwalk. 
  10. Terkadang dia menderita sesak napas. *Yeah, me too :)
  11. Nomor favoritnya adalah 96. *Samaan lagi bang :p
  12. Justin pernah menjadi pengamen saat dia berusia 13 tahun.
  13. Justin paling seneng kalo ada cewek yang tidur di pangkuannya.
  14. Justin ingin sekali bisa terbang.
  15. Kabarnya justin itu takut lift. 
  16. Justin mulai belajar bermain piano pada saat berusia 7 tahun.
  17. Makanan favoritnya adalah spagethi.
  18. Olahraga favorit justin adalah sepak bola. :)
  19. Justin mulai belajar bermain gitar pada saat berusia 10 tahun.
  20. Justin fasih berbahasa perancis. *Ajarin bisa kali :p
  21. Kata favorit justin adalah shawty yang artinya gadis yang menarik. :)
  22. Justin ngefans sama Michael Jackson.
  23. Justin nangis sewaktu Michael Jackson meninggal. :(
  24. Film favoritnya adalah rocky.
  25. Justin pandai bermain skateboard.
  26. Permen karet favoritnya adalah rasa strawberry.
  27. Justin menghabiskan waktu 15 menit di dalam kamar mandi.
  28. Justin itu takut sama gelap. *Me too -_-
  29. Justin pengen nikah pas hari valentine. 
  30. Nama fans justin bieber adalah BELIEBER. *Penulis juga belieber :D


     Oke guys segitu dulu ya!!! Tangan gue udah pegel nih. Hehe :D Tunggu fakta menarik lainnya di blog ini ya! :)

Minggu, 17 Maret 2013

When I Fall In Love (Part 12)

    Hallo sobat blogger! Pada kesempatan kali ini saya akan melanjutkan Cerbung "When I Fall In Love Part 12". Kira-kira ada yang mau baca engga ya? Jujur saya bingung sendiri sama alurnya ini cerita, soalnya udah kelamaan ga lanjutin cerbungnya. Yasudahlah sekarang saya lanjutin apapun ide yang keluar dari otak saya. Eh, kok kebanyakan curhat? ._. Yang mau tau kelanjutannya, langsung aja dibaca yuk! :) Baca juga Part11!

Author : Dyan Rosdiana
Title : When I Fall In Love



@Aula University of Music, LA

"Prince oliver, aku bilang berhenti! Jangan ikuti aku lagi!" Bentak seorang gadis.
"Nicola, kenapa kau selalu melarang aku untuk mengikutimu?"
"Ahh... Prince oliver, maafkan aku. Tapi, ini sudah menjadi keputusanku" Ucap gadis itu.
"Tapi, tapi..."
"Stop semuanya, stop!!!! Louis, Demi aku sama sekali tidak puas dengan acting kalian berdua!" Teriak miss. rose.
"Maafkan kami miss. Tapi kami sudah maksimal melakukan peran itu" Ucap louis & demi kompak.
"Oh my god. Apakah drama 'Forbidden Love' akan batal ditampilkan?" Teriak miss. rose.
"Kenapa bilang seperti itu miss?" Tanya niall.
"Niall, apa kau tidak lihat bagaimana acting kedua temanmu itu sehingga kau berani bertanya hal demikian padaku?" Balas miss. rose dengan ketus.
"Umm, mungkin drama ini akan tetap tampil" Sambung harry.
"Bagaimana caranya?" Tanya miss. rose heran.
"Mengganti pemain utama" Ucap liam.
"Apa kalian yakin? Lagi pula siapa yang mau jadi pemeran utama?" Kata miss. rose ragu.
"Tentu. Kenapa tidak? Masalah orang baru, kami belum tentukan" Jawab liam & harry kompak.
"Memangnya drama ini akan dipentaskan dimana miss?" Tanya demi.
"Di paris. Apa pihak sekolah belum memberikan pengumuman?" Ucap miss. rose. Anak-anak hanya menggeleng.
"Baik, anak-anak. Saya tau kalian berada pada jurusan musik, bukan jurusan drama. Tapi, saya diminta oleh pemilik sekolah untuk memberikan sebuah hiburan berupa drama untuk ditampilkan di Paris bulan mei besok" Sambung miss. rose.
"Bulan mei? Berarti 3 bulan yang akan datang?" Tanya mahasiswi lainnya.
"Memang acara apa sih? Tumben banget ke paris" Sambung liam.
"Begini, pihak sekolah berencana mengadakan liburan ke paris bulan mei besok. Rencananya kita akan menginap disana selama 1 minggu. Untuk alasan kenapa memilih liburan ke paris, karena pihak sekolah tidak mau kalian bosan karena setiap tahun pergi ke canada"
"Umm, kalau begitu aku akan coba tanya pada teman-temanku. Siapa tau mereka tertarik" Ucap demi.
"Oke, anak-anak saya mohon bantuan kalian. Tolong cari seorang mahasiswi & seorang mahasiswa dari kelas manapun, asalkan dia berbakat dibidang acting" Pinta miss. rose.

***

@Parkiran University of Music, LA

    Justin telah selesai mengobati luka di kaki selena. Sekitar 5 menit sudah selena memperhatikan justin. Dia selalu bertanya-tanya tentang justin dalam batinnya.

"Eh, kok ngelamun. Gimana sekarang kaki lo udah mendingan?" Tanya justin.
"Eh iya, thanks banget. Mungkin kalo ga ada lo, gue udah pingsan kali" Ucap selena.
"Masa jatuh segitu doang bikin lo pingsan sih?"
"Bukan masalah jatuhnya, tapi darahnya"
"Tapi tadi kan berdarah sedikit doang"
"Ya maklum ajalah. Gue itu takut banget kalo liat darah"
"Takut nyampe segitunya? Apa lo pernah ngalamin kecelakaan nyampe berdarah-darah?"
"Kok lo jadi kepo banget sih? Udah ah gausah dibahas lagi" Ucap selena sambil berjalan menjauh dari justin.
"Iya, sorry deh kalo gitu. Eh, lo mau kemana? Tungguin gue dong!" Kata justin lalu memegang tangan kanan selena dari belakang. Selena pun menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah justin.
"Kenapa lagi sih?"
"Lirik lagunya gimana?"
"Lanjutin besok aja deh, gue lagi ga bisa mikir" Ucap selena lalu berjalan meninggalkan justin.
"Yaudah kalo gitu"

***

    Demi lovato sedang berjalan disebuah jalan setapak di kampusnya. Ia sedang bingung memikirkan siapa yang mau menggantikan posisinya menjadi pemeran utama dalam drama Forbidden Love. Dari kejauhan ia melihat sesosok sahabatnya sedang berjalan kearahnya. Entah kenapa tiba-tiba terbesit dalam pikiran demi untuk mencalonkan sahabatnya sebagai pemeran utama.

"Selly, selly" Ucap demi sambil berlari mendekati selena.
"Demi, dari mana aja lo gue cariin juga"
"Gue abis dari aula. Umm, gue mau ngomong sesuatu sama lo. Tapi jangan disini ya, ini penting banget!" Ucap demi lalu membawa selena ke sebuah tempat.

     *SKIP* Kini selena dan demi telah sampai dikantin.

"Dem, katanya mau ngomong hal penting. Buruan mau ngomong apaan? Jangan bikin gue penasaran!" Tanya selena heran.
"Iya penting, tapi ceritanya nanti aja ya. Gue laper banget. Hehe"
"Huuh dasar! Traktir gue deh"
"Oke, bentar gue pesen makanan dulu ya"
"Yaudah deh terserah lo"

    *SKIP* Makanan dan minuman yang dipesan oleh demi telah datang. Mereka pun langsung menyantapnya dengan haus dan lahap.

"Umm, yummi" Ucap demi sambil makan spagheti pesanannya.
"Makannya biasa aja sist!" Ucap selena.
"Ihh selly sensitif amat deh"
"Sorry deh sorry. Eh, menurut lo justin itu kaya gimana sih?" Tanya selena ragu-ragu.
"Ah, justin yang mana?"
"Yang itu loh si cowok aneh. Masa lo gatau sih?"
"Ohh dia. Kenapa lo nanyain pendapat gue?"
"Gapapa. Cuman nanya, kalo lo gamau jawab juga gapapa. No problem!" Ucap selena dengan nada kesal.
"Cielah, kayanya ada cewek yang jatuh cinta sama justin nih. Demi justin kayanya selly rela ninggalin zayn. Si zayn mau dikemanain tuh?" Ledek demi.
"Ihh, siapa yang jatuh cinta? Zayn emang siapa gue?" Ucap selena.
"Ehm, kayanya ada yang lagi ngomongin gue nih" Ucap zayn yang tiba-tiba datang dan langsung duduk disebelah selena.
"Yaampun nih orang PD banget. Huuh" Kata demi lovato sambil melempar kertas tisu yang dipegangnya ke muka zayn.
"Apa-apaan nih maen lempar sampah ke wajah tampan gue?" Ucap zayn
"Tampan dari mana?" Tanya selena dengan muka sinis.
"Selly, gausah segitunya juga kali mandang gue! Sinis amat!" Sahut zayn.
"Hahaha... Maklumin aja zayn, selena lagi sensitif" Sahut demi.
"Ohh, pasti gara-gara tadi disuruh satu kelompok sama justin"
"Ihh zayn berisik lo!" Ucap selena sambil menyiram zayn dengan segelas air putih.
"Selena, kalau kesel sama demi jangan gue yang jadi korbannya dong! -_-" Pinta zayn.
"Apa bener sel lo sekelompok sama justin?" Tanya demi.
"Iya, biasalah kerjaannya Mr.patrick. Kerjaan dosen ngeselin!" Jawab selena dengan kesalnya.
"Ssstt!! Ngomongnya jangan kenceng-kenceng!!! Mr.patrick kan galak" Tiba-tiba datang liam kemudian langsung duduk disebelah demi.
"Eh liam kebiasaan kalau datang udah kaya hantu" Ucap demi.
 "Hehehe maaf!" Ucap liam.

***

     Cody simpson sedang berjalan sambil mencari greyson disetiap sudut ruangan. Namun, ia tidak menemukan sedikitpun keberadaan greyson. Ketika ia berada didepan perpustakaan, tidak sengaja ia menabrak seorang gadis yang sedang membawa buku. Sudah terbayang bukan bahwa buku itu terjatuh berceceran?

"Aduhh! Gimana sih lo?" Bentak gadis itu.
"Eh, sorry, sorry! Gue ga sengaja" Ucap cody sambil membereskan buku yang berceceran dilantai.
"Loh? Caitlin?" Sambung cody.
"Iya, ini gue. Kenapa?"
"Kok tumben lo galak amat sama gue?"
"Abisnya gue kesel. Gue udah beresin ini buku cape-cape, eh sekarang malah berantakan lagi"
"Sekali lagi sorry ya" Ucap cody.
"Nah, udah selesai kan. Bukunya udah rapi semua" Sambung cody.
"Iya thanks ya! Hehehe"
"Ohh ya, lo liat grey ga?" Tanya cody.
"Greyson? Tadi gue liat dia pulang sama bella"
"Yaelah itu anak ngeselin amat sih. Pulang ga bilang-bilang ke gue. Gue tungguin dari tadi juga! Awas aja nanti dirumah"
"Hahaha sabar ya sabar! Maklum orang baru jadian mah"
"Apa lo bilang? Jadian?" Ucap cody terheran-heran.
"Aduh gawat, keceplosan lagi. Bisa diomelin gue sama grey" Ucap caitlin dalam batinnya.
"Woy, kok diem sih?" Kata cody.
"Eh, permisi cody. Gue buru-buru nih bukunya udah ditungguin sama miss.angie" Ucap caitlin sambil pergi meninggalkan cody sendirian.
"Apa iya grey baru jadian? Tapi sama siapa? Apa iya dia jadian sama bella?"

*LANJUT KE PART 13*

    Gimana pendapatmu? Ceritanya jelek ya? :3 Oke, cukup sekian dan terima kasih. Saya lanjut cerbungnya di part 13 ya. Jangan lupa beri komentar, saran, like, dan +1 nya!!! Thank you all :)


Senin, 25 Februari 2013

When I Fall In Love (Part 11)

    Hallo sobat blogger! Sudah lama sekali saya tidak melanjutkan cerbung ini. Mumpung ada kesempatan nih, saya akan melanjutkan cerbung "When I Fall In Love Part 11". Ada yang penasaran? Yuk disimak!!! :D Part10

Author : Dyan Rosdiana
Title : When I Fall In Love


@University of Music, LA

"Bella, will you be my girlfriend?" Ucap greyson sambil memegang kedua tangan bella.
"..." Bella hanya terdiam. Ia tak mampu berkata-kata, karena ia sangat terkejut atas pernyataan yang baru saja diungkapkan oleh greyson.
"Bella, gue siap ngedenger jawaban apapun dari lo kok. Setidaknya mungkin jawaban dari lo itu bisa membuat gue lebih tenang" Sambung greyson.
"Greyson. Umm, gue... gue..." Ucap bella terputus-putus.
"Iya bell? Lo mau kan jadi pacar gue?" Tanya greyson.
"Gue... gue mau jadi pacar lo" Teriak bella lalu berlari menjauh dari greyson.
"Bella, lo serius kan?" Teriak greyson lalu mengejar bella yang berlari menjauh.

   Mereka berdua pun kejar-kejaran mengelilingi taman itu. Sampai akhirnya greyson berhasil memegang salah satu tangan bella dari belakang. Ia pun langsung menarik bella ke pelukannya.

"Bella, apa lo serius mau jadi pacar gue?"
"Iya, aku mau" 
"Um, bell. Bukannya tadi lo ngomong lo gue? Kenapa sekarang jadi pakai aku kamu lagi?"
"Tadi aku ga sengaja" Ucap bella sambil tersenyum.
"Um, ya sudah. No problem!" Balas greyson.
"Grey, kamu tau ga? Sebenernya aku itu udah lama banget naksir kamu. Makanya tadi aku kaget banget ketika kamu nembak aku" Ujar bella sambil melepas pelukan greyson.
"Oh ya? Tapi kenapa kamu ga pernah bilang ke aku?" Tanya greyson.
"Grey, aku itu perempuan. Aku ga berani kalau harus nyatain cinta duluan"
"Huft, dasar! Bilang aja kamu ga berani, kamu penakut. Hehe" Ucap greyson berlari.
"Ihh, grey. Kamu ngeselin, jangan kabur kamu!!!!" 

***

@Kelas

"Oke, tugas kelompoknya adalah menciptakan sebuah lagu tentang cinta. Satu kelompok terdiri atas 2 orang. Dan kelompoknya saya yang pilih"
"Semoga saja gue ga sekelompok sama perempuan gila itu!" Ucap justin dalam batinnya.
"Caitlin Beadles dan Cody Simpson kalian satu kelompok!" Ucap Mr. Patrick.
"Zayn Malik dan Taylor Swift" Sambung Mr. Patrick.

   Mr. Patrick pun terus menyebutkan nama kelompok pilihannya, hingga pada akhirnya   setelah Mr. Patrick menyebutkan satu kelompok terakhir suara keributan pun terdengar memecahkan suara keheningan kelas pada saat itu.

"Justin Bieber dan Selena Gomez. Kalian berdua satu kelompok!"
"Apa? Aku tidak mau kalau harus sekelompok sama perempuan gila itu!" Ucap justin.
"Iya, aku juga tidak mau sekelompok dengan laki-laki menyebalkan seperti dia!" Sahut selena.
"Kalian berdua ini kenapa sih? Pokonya saya tidak mau tau. Kalian berdua harus satu kelompok" Tegas Mr. Patrick.
"Tapi Mr. Saya tidak akan pernah mau harus bekerja sama dengan dia!" Ucap selena sambil menunjuk justin.
"Eh, emang lo pikir gue mau? Gue juga ga rela satu kelompok sama lo!" Balas justin.
"Ih, gue juga ga rela kali satu kelompok sama cowok aneh kaya lo! Yang ada nilai gue jelek lagi gara-gara lo" Sahut selena.
"Jangan asal ngomong lo cewek gila!"
"Sudah, sudah hentikan!" Teriak Mr.Patrick. Kelas pun menjadi hening seketika.
"Justin, Selena kalian berdua mau ikutin aturan saya atau kalian keluar dari kelas saya untuk selama-lamanya?" Sambung Mr. Patrick.
"Apa Mr???" Sahut justin & selena kompak.
"Ihh, ngapain sih lo ngikutin gue?" Ucap selena dengan jutek.
"Idih rajin banget gue ngikutin lo" Sambung justin yang tidak kalah juteknya.
"Hey, saya kasih kalian pertanyaan untuk dijawab. Bukan untuk berdebat!" Ucap Mr. Patrick.
"Iya Mr. Maafkan saya!" Kata justin dengan nada lembut.
"Jadi bagaimana keputusannya?" Tanya Mr. Patrick.
"Oke, saya akan ikutin aturan Mr. Saya akan satu kelompok sama dia" Ucap selena.
"Oke, kalau begitu. Anak-anak segera kalian buat sebuah lagu secepatnya. Tugas ini harus selesai minggu depan" Ucap Mr. Patrick lalu menuju keluar kelas. *Jamnya sudah habis.
"Apa kata lo?" Justin kaget mendengar ucapan selena.
"Diem lo! Bawel banget sih" Ucap selena menginjak kaki kiri justin dengan keras.
"Aww... Aww... Sa, sa, sakit.." Ucap justin memegang kakinya yang kesakitan itu.
"Lo bisa diem ga sih? Berisik banget!" Ucap selena lalu menutup mulut justin dengan tangannya. Selena menggiring justin menuju tempat duduknya.
"Hehena, ehasin angan o ari ulut ue" Ucap justin tidak jelas karena mulutnya masih ditutup oleh tangan selena. (Justin ngomong : "Selena, lepasin tangan lo dari mulut gue")
"Lo ngomong apaan sih? Ayo duduk disini!" Pinta selena dan melepas tangannya dari mulut justin.
"Lo tuh apa-apaan sih nyumpel mulut gua pake tangan lo? Bau tau" Ucap justin asal.
"Lo tuh bawel banget makanya gue tutup mulut lo. Udah buruan duduk, kita mulai bikin lagu"

   Selena dan Justin pun duduk berhadapan. Mereka mulai berpikir untuk menemukan lirik yang akan dibuatnya. Disela-sela waktu, mereka berdua sempat curi-curi pandang. Terkadang kedua mata mereka bertemu di satu titik, namun mereka langsung membuang muka dengan jutek. Lama kelamaan mereka malah merasa nyaman satu sama lain, dan sudah mulai akur. 

"Gue udah nemu lirik pertamanya. Siapin buku tulis!"
"Nih bukunya. Catatnya yang rapi!" Pinta selena.
"Across the ocean, across the sea. Startin' to forget the way you look at me now" Justin bernyanyi sambil menulis liriknya.
"Itu doang?"
"Iya, gue masih mikir nih"
"Gimana kalau over the mountains, across the sky. Need to see your face and need to look in your eyes" Ucap selena sambil menyanyikan.
"Boleh tuh, nih tulis liriknya!"
"Ngapain kasih kegue? Lu aja yang nulis!"
"Kan lo yang bikin, udah buruan tulis!" Ucap justin sambil memberikan buku dan pulpen kepada selena.
"Yaudah deh gua ngalah"


   Tak terasa satu jam sudah Justin & Selena duduk berhadap-hadapan sambil memikirkan lirik yang akan mereka buat selanjutnya. Selena yang mulai jenuh pun memainkan handphonenya sambil senyum-senyum tanpa memperdulikan lagi lirik apa yang tepat untuk melengkapi lagu mereka. Sebaliknya justin yang sudah pusing memikirkan lirik lagu itu pun kembali emosi.

"Woy, lo bukannya bantuin malah senyum-senyum sama hp sih" Bentak justin.
"Terserah gue dong. Kok jadi elo yang ribet!" Sahut selena yang tidak kalah emosi.
"Sini hp lo!" Ucap justin lalu merebut hp selena.
"Ihh, apa-apaan sih lo? Balikin hp gue!!!!"
"Engga mau"
"Balikin"
"Engga"
"Balikin hp gue!!!!"
"Gue bakal balikin hp lo setelah tugas ini selesai!" Ucap justin lalu pergi ke luar kelas.

    Justin pun pergi ke luar kelas sambil membawa hp selena. Sepertinya bagi selena hp adalah bagian terpenting dalam hidupnya. Oleh karena itu, selena pun mengejar justin dengan berjalan setengah lari. Selena berusaha memanggil justin, namun justin tak menghiraukannya. Sampai akhirnya selena terjatuh karena tersandung batu ditaman.

"Justin balikin hp gue! Aduh..." Keluh selena karena tersandung batu.
"..." Justin menoleh kearah selena tanpa berkata-kata.
"Oh god!!! Selena, are you okay?" Ucap justin lalu berlari mendekati selena.
"Aduh perih. Huah, lutut gue berdarah" 
"Apa berdarah kata lo? Mana sini biar gue obatin" 
"Minggir, ngapain lo sok baik sama gue?" Ucap selena dengan ketus.
"Udah deh gausah bawel. Ayo ke mobil, gue obatin kaki lo!" Ucap justin lalu menggendong selena sampai ke mobilnya.
"Ehh apa-apaan ini? Turunin gue!!!" Teriak selena. Namun justin tak pernah menghiraukannya.

***

@Aula University of Music, LA

"Prince oliver, aku bilang berhenti! Jangan ikuti aku lagi!" Bentak seorang gadis.
"Nicola, kenapa kau selalu melarang aku untuk mengikutimu?"
"Ahh, prince oliver maafkan aku. Tapi, ini sudah menjadi keputusanku" Ucap gadis itu.
"Sudah lupakan saja keputusanmu yang lalu!"
"Tapi, tapi..."


      *BERSAMBUNG...

     Bagaimana cerbungnya? Pasti makin gaje deh, orang yang nulisnya aja lupa alurnya -_- Yang udah baca jangan lupa like, +1, dan komentarnya. Saya butuh saran nih -_- Hehe... Oke, sampai jumpa di Part 12!!! :)


Sabtu, 15 Desember 2012

When I Fall In Love (Part 10)

      Selamat malam sobat semua! Pada kesempatan kali ini saya ingin melanjutkan cerbung saya yang sebelumnya sempat tertunda sangat lama. *Ceritanya sibuk sekolah. Ohh ya walaupun saya bukan penulis tapi saya butuh mikir keras buat ngarang ini cerita, jadi mohon maaf kalau proses endingnya agak lama. Yaudah dari pada basa-basi terus, mending langsung aja yuk disimak! Semoga terhibur :)

Link cerbung : ~ Part 8 , ~ Part 9 

Author : Dyan Rosdiana
Title : When I Fall In Love


       Tanpa tersadar mata selena & justin saling bertemu. Mereka saling bertatap-tatapan, namun setelah mereka sadari akhirnya mereka saling membuang muka.

"Lo lagi? Ngapain sih kayanya elo ngikutin gue terus" Ucap selena yang masih membuang muka dengan nada jutek.
"Pede banget lo! Ngapain juga gue ngikutin elo, kaya ngga ada kerjaan lain" Balas justin dengan jutek.
"Ihh, ni cowok ngeselin banget sih! Pengen gua tabok rasanya" Ucap selena yang jengkel dalam batinnya.
"Kakak, jangan berantem melulu! Ayo katanya mau beli ice cream?" Ajak jazmyn.
"Iya dek! Lagian kakak males kalau harus lama-lama ada disini" Ucap justin pergi menuju kasir, yang kemudian disusul oleh jazmyn. Selena yang terdiam hanya menatap justin dengan sinis dari kejauhan.

      *SKIP . . . (Beberapa menit kemudian) Liam yang dari tadi sibuk mencari buku tidak menyadari bahwa selena tidak ada disampingnya.

"Selly, menurut lo bukunya bagusan yang mana?" Ucap liam sambil memegang 3 buku ditangannya.
"Loh, selena mana? Kok ga ada ya? Perasaan tadi dia ada disini deh ._." Ucap liam bingung.

     Akhirnya liam pun berkeliling mengitari toko buku tersebut untuk mencari selena. Ketika liam tiba ditempat buku novel, ia pun menemukan sesosok gadis yang dicarinya.

"Selena, lo kemana aja sih? Gue cariin juga. Pergi ga bilang-bilang! .__." Ucap liam sambil berjalan mendekati selena.
"Eh, liam sorry . . . Tadi gue lupa ga bilang" Kata selena nyengir.
"Ah elo! Eh, menurut lo bukunya bagusan yang mana?" Ucap liam sambil menunjukkan 2 buku yang digenggamnya.
"Coba sini gue liat!" Kata selena mengambil kedua buku yang digenggam liam.
"Buku apaan nih? Tips PDKT dengan sahabat? Tentang wanita?" Sambung selena sambil membaca judul kedua buku itu.
"Iya, menurut lo bagusan yang mana?" Tanya liam.
"Kok kayanya semua buku yang lo pilih menyangkut tentang cinta ya?" Ucap selena heran.
"Um, emang kenapa? Salah ya kalo gue pilih buku tentang cinta?" Tanya liam polos.
"Gapapa sih, cuman aneh aja" Kata selena memberikan kedua buku itu kepada liam.
"Jadi menurut lo bagusan yang mana?" Ucap liam.
"Kalo gue sih lebih tertarik sama buku yang judulnya Tentang Wanita. Eh, gue tunggu dimobil lo aja ya" Ucap selena pergi meninggalkan liam.
"Yaudah sana!"
"Mana kuncinya?" Tanya selena sambil menadahkan tangannya.
"Nih . . ." Ucap liam memberikan kunci mobilnya pada selena.
"Oke, gua tunggu di mobil yah" Kata selena berjalan menuju mobil liam.

       Setelah sampai didalam mobil liam, selena hanya bertanya-tanya pada dirinya sendiri tentang liam yang ingin membeli buku tentang cinta. *Sebelumnya liam ngga pernah suka baca buku, apalagi tentang cinta.

"Kenapa liam nyari buku tentang cinta yah? Tadi, ada buku yang judulnya Tips PDKT dengan sahabat. Apa mungkin liam lagi suka sama sahabatnya?" Ucap selena dalam batinnya.
"Apa mungkin liam suka sama gue? Ah . . . Ngga mungkin! Atau jangan-jangan liam naksir . . . Demi?" Sambung selena yang masih heran.

         *SKIP . . . (2 menit kemudian) Liam telah selesai membayar buku. Ia pun langsung masuk kedalam & menyalakan mesin mobilnya. Saat diperjalanan . . .

"Liam . . ." Ucap selena.
"Iya, kenapa selly?" Kata liam sambil tetap menyetir.
"Um, lo suka sama demi ya?" Tanya selena sedikit ragu.
"Engga kok, engga" Ucap liam berbohong. Sebenarnya liam sudah menyukai demi lovato sejak awal mereka bertemu.
"Udah jangan bohong! Ngaku aja deh" Ucap selena.
"Ah, elo! Gua bilang kan gua ga suka demi" Kata liam dengan sedikit kesal.
"Jangan bohongin gua. Gua tau kok, sebenernya lo itu lagi fall in love kan? Hayoo ngaku" Ucap selena dengan nada meledek.
"Ihh, lo kenapa sih jadi ngeledekin gue? Apa karena buku yang gue beli tadi?" Tanya liam.
"Pikir aja sendiri" Jawab selena singkat.

***

@Rumah Justin

      Keesokan harinya. Jam telah menunjukkan pukul 10.30 AM. Namun, justin masih tertidur pulas. Padahal seharusnya ia sudah tiba dikampusnya sejak 1 jam yang lalu. (Kriing . . . Kriing . . . Kriiing . . .) Alarm dari handphone justin pun baru saja berdering. Justin pun terbangun, karena mendengar alarm  handphonenya berdering.

"Apa? Udah jam 10.30? Kok bisa sih gue kesiangan? OMG, ternyata gue salah setting alarm .____." Ucap justin yang melihat jam di handphonenya. Justin pun langsung bangkit dari tempat tidurnya.


      Ternyata justin salah menyetting alarmnya, itulah yang menyebabkan justin kesiangan. Terlebih lagi ia mengalami insomnia semalaman dan baru bisa tidur pukul 3 AM. Akhirnya justin pun pergi mandi dan langsung menuju meja makan untuk sarapan siang. *Loh? Emang sarapan ada yang siang? :D

"Justin, kau sudah bangun nak? Ini roti untukmu" Ucap mom pattie sambil mengambilkan roti lalu mengoleskan selai coklat.
"Mommy, apa kau tidak sadar bahwa hari ini aku tidak pergi ke kampus?" Tanya justin heran.
"Aku sadar akan hal itu. Kau harusnya tau, dari tadi pagi aku sudah mengetuk pintu kamarmu berulang kali. Namun tetap saja kau tidak mau bangun" Kata mom pattie memberikan roti kepada justin.
"Maaf mom, bukannya aku tidak mau kekampus. Tapi aku benar-benar kesiangan. Aku salah setting alarm, terlebih lagi aku mengalami insomnia semalaman .___." Ucap justin sambil melahap roti.
"It's okay, but please don't repeat it again!" Kata mom pattie.
"Yes mom, I won't repeat"

***

@University of Music, LA

        Taylor Swift dan Caitlin Beadles sedang berjalan menuju kantin dikampusnya. Namun, ditengah perjalan mereka bertemu Greyson yang terlihat sedang mencari seseorang.

"Hi Grey!" Sapa taylor dan caitlin bersamaan.
"Hello Taylor, Hello Caitlin!" Balas greyson sembari tersenyum.
"Lo lagi nyariin siapa grey?" Tanya caitlin.
"Um, ini . . . Gue lagi nyariin . . ." Ucap greyson.
"Nyariin siapa?" Sambung taylor.
"Adikmu kak" Sahut greyson.
"Hah? Adikku? Bella maksudnya?" Tanya taylor heran.
"Iya. Memangnya siapa lagi?" Ucap greyson.
"Ohh, tadi gue liat bella sama cody ada di perpustakaan" Kata caitlin.
"Apa? Sama cody?" Tanya greyson dengan raut wajah kesal.
"Iya" Jawab caitlin singkat.
"Oh my god, kenapa cody selalu mendahuluiku untuk menemui bella?" Ucap greyson dalam batinnya.
"Grey, are you okay?" Tanya taylor yang melihat greyson melamun.
"Um, I'm okay. Maaf aku buru-buru" Ucap greyson lalu pergi meninggalkan caitlin dan taylor.
"Dia kenapa? Terlihat aneh sekali .___." Ucap taylor.
"Hmm . . . Entahlah" Caitlin hanya menggelengkan kepalanya.

     Greyson pun tiba di perpustakaan. Ia melihat ada sesosok gadis yang dicarinya itu sedang duduk bersama sepupunya. Greyson pun langsung menghampiri keduanya sambil menunjukkan wajah yang kesal.

"Hello Bebel, Hi Cody" Sapa greyson.
"Hi Grey!" Sahut bella.
"Sedang apa kalian disini?" Tanya greyson kemudian duduk di samping bella.
"Ini grey, tadi aku minta cody untuk temenin aku buat nyari buku novel" Ujar bella yang masih membaca buku novel.
"Sial, kenapa bella ngga nyuruh gue aja buat temenin dia nyari novel?" Kata greyson dalam batinnya.
"Grey, muka lo kenapa kusut amat kaya gitu?" Tanya cody asal.
"Gapapa kok!" Sahut greyson singkat.
"Ohh, gue kira lo lagi kesel sama seseorang" Ucap cody.
"Eh, bel. Ikut gue bentar deh!" Ajak greyson.
"Mau kemana grey? Aku lagi serius baca nih" Kata bella yang masih tetap membaca novel itu.
"Udah ayo ikut gue! Bentar doang kok!" Ucap greyson sambil menarik tangan bella dan membawanya kesuatu tempat.
"Aduh grey, kamu mau bawa aku kemana lagi sih?" Tanya bella. Greyson hanya diam dan tetap membawa bella kesuatu tempat.

       *SKIP . . . Greyson dan Bella pun telah sampai disebuah taman di kampusnya.

"Grey, kamu mau ngapain bawa aku ketaman ini lagi?" Tanya bella heran.
"Um, bella. Gue mohon tatap mata gue" Pinta greyson.
"Tapi untuk apa grey? Kamu ngga akan hipnotis aku kan?" Bella yang ragu akhirnya menatap mata greyson yang indah itu.
"Sebenernya dari awal gue ketemu sama lo, gue udah tertarik sama lo bel! Setiap gue ketemu sama lo, rasanya gue pasti seneng banget. Jantung ini rasanya dag dig dug ngga beraturan. Gue pikir ini bukan perasaan jatuh cinta. Tapi, setiap gue denger lo sama cody lagi deket. Pasti gue ditimpa perasaan amarah yang sangat besar dan mungkin gue itu cemburu. Makin hari gue makin ngga bisa nahan perasaan aneh ini setiap gue ketemu sama lo. Ya, mungkin tanpa disadari gue ini emang bener-bener lagi fall in love" Ujar greyson dengan ragu.
"God, apa maksud semua ucapan greyson ini?" Ucap bella dalam batinnya.
"Bella, will you be my girlfriend?" Ucap greyson sambil memegang kedua tangan bella.
" . . . " Bella hanya terdiam. Ia tak mampu berkata-kata, karena ia sangat terkejut atas pernyataan yang baru saja diungkapkan oleh greyson.
"Bella, gue siap ngedenger jawaban apapun dari lo kok. Setidaknya mungkin jawaban dari lo itu bisa membuat gue lebih tenang" Sambung greyson.
"Greyson. Um, gue . . . gue . . . " Ucap bella terputus-putus.
"Iya bell? Lo mau kan jadi pacar gue?" Tanya greyson.



        Hayoloh . . . Kira-kira jawaban apa yang akan dilontarkan oleh bella? Yes or No? Ada yang mau kasih saran? Boleh . . . Ayo coment saranmu sekarang juga untuk next part!!! :)


Sabtu, 08 Desember 2012

When I Fall In Love (Part 9)

       Hola sahabat Dyan's Blog! Apa kabarnya nih? Tentunya baik-baik aja ya :) Umm, saya mau ngelanjutin cerbung Part 9 nih. Mau baca? Tanpa basa basi lagi , yuk langsung di simak aja ! ! ! Semoga anda terhibur :D

Oh iya yang mau baca Part sebelumnya bisa di klik --> Part8 :)

Author : Dyan Rosdiana
Title : When I Fall In Love


         Selena pun terbangun dan langsung marah-marah ke Demi. Karena Demi telah mengganggu tidur siangnya yang nyenyak itu.

"Demi, lo apa-apaan sih teriak-teriak ga jelas! Pake segala ngomong ada Zayn lagi!!!" Ucap Selena manyun.
"Haha . . . Sorry, sorry! :P" Ucap Demi.
"Udah ah , jangan berisik! Gue mau tidur lagi" Ucap Selena sambil menutup tubuhnya dengan selimut.

@Rumah Justin

      Justin baru saja tiba di rumahnya. Seperti biasa, ia langsung di sambut oleh adik perempuannya yang bernama Jazmyn.

"Kakak!!!" Ucap Jazmyn sambil berlari mendekati Justin & memeluk Justin.
"Hey Jazzy cantik!" Kata Justin yang membalas pelukan adiknya itu.
"Kaka kita pergi beli ice cream yuk!!! Jazzy pengen banget kak!" Pinta Jazmyn.
"Ah... iya nanti ya!" Ucap Justin.
"Ihh kaka... Jazzy maunya sekarang!" Rengek Jazmyn.
"Jazzy, kakak baru pulang dari kampus! Kaka capek, sekarang kaka mau istirahat. Nanti malam kita pergi beli ice cream, kita ajak Kak Jaxon juga. Gimana, kamu setuju kan?" Bujuk Justin.
"Iya deh, nanti malem aja beli ice creamnya. Oh iya kaka maafin Jazzy ya tadi Jazzy maksa! Hehe" Ucap Jazmyn sambil unjuk gigi.
"Iya iya" Kata Justin sambil memencet hidung mungil Jazmyn.
"Ih kaka, sakit tau!" Ucap Jazmyn sambil manyun.
"Hahaha :D Udah ah, jangan manyun mulu! Entar jeleknya nambah lo! :P" Ucap Justin meledek.
"Ih kaka, aku tuh cantik tau!" Kata Jazmyn.
"Hahaha... Eh kita balapan lari yuk! Dari sini (Garasi mobil) sampai kekamar kakak (Dilantai 2) gimana mau ga?" Tanya Justin.
"Ah... iya iya ayo!" Ucap Jazmyn bersemangat.
"Oke . . . Siap ya! Satu . . . dua . . . ti . . . tiga . . ." Ucap Justin sambil mulai berlari.

      Justin & Jazmyn pun berlari . . . Dan akhirnya Justin memenangkan balapan.

"Horee . . . Kaka menang dong!" Ucap Justin girang.
"Ih . . . Kaka pasti curang :P Liat aja, nanti pasti jazzy menang!" Kata Jazmyn sambil melet.
"Nanti kapan?" Tanya Justin heran.
"Ya... nanti kapan-kapan ahahaha :D" Jawab Jazmyn sambil nyengir.
"Huuhh . . . Dasar!"

@Rumah Selena

      Waktu sudah menunjukkan pukul 04.15 PM. Selena yang dari tadi tertidur pulas dikamarnya pun terbangun.

"Hooaam!!!" Kata Selena yang menguap sambil mengucek-ngucek mata.
"Umm, jam berapa sih ini perasaan gue tidur lama amat ya?" Ucap Selena yang masih setengah sadar sambil mencari-cari handphonenya.

   Saat Selena melihat jam di handphonenya, tiba-tiba saja handphonenya berdering. (Everything's cool, yeah . . It's all gonna be okay, yeah . . . And I know maybe I'll even laugh about it someday . . .) Ya, begitulah nada dering handphone selena. Selenapun melihat layar hapenya dan ternyata Liam yang menelponnya. Selena pun langsung mengangkat telpon dari sahabatnya itu.

*Percakapan di telpon

"Hello Selly!" Ucap Liam.
"Hi, Liam! Ada apa? Tumben lo telpon gue" Kata Selena dengan nada heran.
"Umm, (Blablablabla...)" Ucap Liam. *Ceritanya Liam ngajak Selena ke suatu tempat. 
"Tuhkan bener ada maunya!" Ucap Selena.
"Gimana lo mau kan? Bentar doang kok! Please, mau ya mau!!!" Kata Liam memohon.
"Gimana ya?" Kata Selena sambil mikir.
"Yah, jangan kebanyakan mikir napa!" Ucap Liam yang agak kesal sama Selena.
"Iya, iya deh. Tapi janji jangan lama-lama" Kata Selena terpaksa.
"Yeepp... I promise!" Ucap Liam girang.
"Oke, udah dulu ya! Gue mau mandi dulu" Ucap Selena.
"Iya, nanti gue jemput lu jam 05.00 PM!" Ucap Liam bersemangat.

        Tuutt . . . Tuutt . . . Tuuttt . . . . *Ceritanya teleponnya dimatiin.

     *SKIP . . . (Beberapa menit kemudian) Waktu sudah menunjukkan pukul 05.16 PM. Selena yang dari tadi berdiri didepan gerbang rumahnya pun mulai jengkel, karena Liam tidak kunjung datang. Namun, kejengkelan itu hilang saat sebuah mobil berwarna putih berhenti didekat Selena. Kaca mobil itupun terbuka.

"Hey Selly!" Ucap seseorang dari dalam mobil.
"Liam? Lama banget sih lo! Dari tadi gue udah siap juga" Ucap Selena manyun.
"Haha . . . :D Maaf, maaf, yaudah ayo naik! Jangan manyun mulu" Kata seseorang yang ternyata itu adalah Liam.
"Ah, iya" Ucap Selena.
"Emangnya lo mau ngapain sih ngajak gue ketoko buku? Kayanya maksa banget deh" Tanya selena heran.
"Mau beli buku lah!" Ucap liam singkat.
"Iya, gue tau . . . Tapi tumben amat, bukannya lo ga suka baca buku?" Tanya selena yang semakin penasaran.
"Ah . . . Udah deh, lo tuh bawel banget!" Ucap liam kemudian mengendarai mobilnya menuju toko buku.


@Rumah Justin

     Jazmyn yang sedang asyik menonton tv, teringat atas ucapan kakaknya yang ingin membelikan dia ice cream. Akhirnya jazmyn pun mendekati kakaknya yang kebetulan sedang menonton tv bersamanya.

"Kakak" Ucap jazmyn.
"Iya, kenapa jazzy cantik?" Tanya justin yang tetap menonton tv.
"Katanya mau beli ice cream?" Jelas jazmyn mencoba mengingatkan justin akan janjinya.
"Iya, nanti malem ya?"
"Tapi, sekarang kan udah malem kak?" Ucap jazmyn.
"Hah? Masa sih?" Ucap justin sambil melihat jam tangan yang ia kenakan.
"Ihh kaka gimana sih? Kok lupa" Ucap jazmyn manyun.
"Ohh maaf, maaf! Jangan manyun gitu dong! Ayo kita beli ice cream, tapi kamu cari kak jaxon dulu ya?" Pinta justin.
"Engga mau, jazzy mau sekarang beli ice creamnya!" Ucap jazmyn sedikit kesal.
"Iya, tapi jaxon gimana? Nanti dia marah lagi ga diajak?" Tanya justin bingung.
"Udah, kak jaxon gausah diajak!!!" Ucap jazmyn sambil menarik tangan justin.
"Iya . . . iya . . ."

       Justin & Jazmyn pun pergi menuju garasi mobil. Justin pun langsung mengendarai mobilnya menuju sebuah toko buku tanpa sepengetahuan jazmyn.

@Toko Buku

       Selena & Liam telah tiba di sebuah toko buku. Mereka pun langsung masuk, dan mencari buku yang ingin dibeli Liam. Disaat liam tengah asyik mencari-cari buku yang ingin dibelinya, selena malah pergi mencari sebuah novel dan membacanya. *Jadi selena itu nyari novel, tapi dia ngga beli cuman numpang baca :P

        (Beberapa menit kemudian) Justin & Jazmyn telah tiba di toko buku. Mereka pun langsung ke dalam toko buku tersebut.

"Kak, katanya mau beli ice cream tapi kok malah kesini?" Tanya jazmyn heran.
"Umm, iya jazzy. Kita ke toko buku dulu ya! Kaka mau cari buku novel, abis itu baru kita beli ice cream" Ucap justin tersenyum.
"Yaudah deh" Ucap jazmyn sedikit kecewa.

        Rupanya justin ingin membeli sebuah novel untuk dibacanya sendiri. *Ceritanya justin itu hobby banget baca novel. Justin mengambil 4 novel sekaligus lalu dibawanya, namun tanpa sengaja novel itu terjatuh tepat dihadapan selena yang sedang menunduk membaca novel. Dengan bersamaan selena & justin pun langsung mengambil buku novel yang terjatuh itu.

"Umm, ini buku lo" Ucap selena yang masih menunduk membereskan novel-novel lainnya.
"Iya , makasih ya" Sahut justin sambil tersenyum.
"Sama-sama" Ucap selena sambil memberikan buku novel lainnya.

      Tanpa tersadar mata selena & justin saling bertemu. Mereka saling bertatap-tatapan, namun setelah mereka sadari akhirnya mereka saling membuang muka.



        Bagaimana menurut para pembaca, seru ngga ceritanya? Hehe :D Kira-kira apa yang akan terjadi setelah itu? Ayo tebak! Jangan lupa baca next part ya! Wajib baca loh!!! #Semlikum *AlaIlhamSmash #Kaboorr...



Sabtu, 15 September 2012

When I Fall In Love (Part 8)

          Halo sahabat Dyan's Blog! Apa kabarnya nih? Hmm, pastinya baik-baik aja dong :) Oh iya , aku mau ngelanjutin cerbung buatan aku nih. Mau baca ngga? Mau ya . . . Mau! *Maksa. Hehe :D Hmm, barangkali ada yang penasaran sama kelanjutan cerbungku ini. Yuk langsung aja di simak cerbung ini!!! :D Semoga anda semua terhibur :)

Yang mau baca part 7 nya -->  ~Part 7~

Author : Dyan Rosdiana
Title : When I Fall In Love


        Akhirnya Cody & Taylor pergi ke ruang musik sambil berpegangan tangan. Dan Greyson masih menarik tangan Bella untuk membawanya ke sebuah tempat.

"Greyson kita mau kemana sih?" Bella bertanya lagi.
"Udah deh lo jangan bawel!" Ucap Greyson dengan nada sok cuek.
"Yaudah tapi . . . tapi . . ." Ucap Bella.
"Tapi apa sih? Lo bawel banget deh!" Kata Greyson yang menyela ucapan Bella.
"Ini . . . sa . . sa . . sakit" Ucap Bella terbata-bata.
"Apanya sih yang sakit? Jangan manja dong!"
"Ih Greyson, tangan aku sakit!!! Jangan narik tangan aku dong!" Ucap Bella sambil melepaskan tangan Greyson.
"Ah... Sorry, sorry! Gue ga sengaja!" Ucap Greyson dengan nada sok cool :D
"Ih . . . kamu tuh ngeselin banget sih!" Kata Bella sambil manyun.
"Apa lagi sih Bebel? Lo tuh jadi cewek bawel amat sih!" Ucap Greyson.
"Heh! Cewek bawel tuh wajar, lah kalo cowok bawel aneh tau! Lagian emangnya kamu mau bawa Bella kemana sih?" Ucap Bella sambil
"Apa lo bilang? Cowok bawel aneh? ._. Udah lah lo ikut aja, ntar juga lo tau!" Kata Greyson sambil menarik tangan Bella.

         Bella pun mengikuti Greyson menuju ke sebuah tempat. (Beberapa menit kemudian) Bella tiba di sebuah taman yang letaknya tersembunyi di kampusnya. 


"Kita udah nyampe!" Ucap Greyson sambil tersenyum.

"Greyson, this place is very beautiful! How do you know this place? Aku udah lama sekolah di sini, tapi . . . aku sama sekali engga tau tempat indah ini?" Tanya Bella yang agak heran.
"Yeah! This place is beautiful. Umm, sebenarnya aku juga baru tau tempat ini dua hari yang lalu! :D" Ungkap Greyson sambil menggaruk-garuk kepala yang sebenarnya tidak gatal itu.
"Tapi aku heran sama kamu Grey! Sebenernya apa tujuan kamu ngajak aku ke sini?" Tanya Bella.
"Sebenernya . . . sebenernya . . ." Ucap Greyson gugup.
"Apa Grey? Kalo ngomong yang jelas dong!" Pinta Bella.
"Um... Bebel!!!" Ucap Greyson yang kemudian memegang kedua tangan Bella.
"Iya Grey? Ada apa?" Kata Bella sambil mengangkat kedua alisnya karena heran.
"Um, Bella . . . Lo , lo mau ga jadi . . . . . . " Ucap Greyson gugup.
"Jadi apa Grey?" Tanya Bella.
"Greyson , greyson , greyson!" Suara teriakan dua orang memanggil Greyson.
"Oh SHIT!!! Ganggu aja nih orang!" Ucap Greyson dalam batinnya.


        Kedua orang yang memanggil Greyson pun berjalan mendekati Greyson & Bella. Ternyata kedua orang itu adalah Cody & Taylor.

"Ngapain sih lo ke sini?" Tanya Greyson dengan nada ketus.
"Lo kenapa sih? Jutek amat tumben!!!" Kata Cody heran.
"Gapapa kok! Lo ngapain ke sini?" Tanya Greyson.
"Gini sepupuku yang baik! Tadi lo di cariin si Louis" Ucap Cody sambil memegang pundak Greyson.
"HAH Louis? Louis Tomlinson maksud lo?" Kata Greyson sambil menatap Cody.
"Iya, tadi dia nyuruh kamu untuk nemuin dia di depan ruang musik jam 10" Sahut Taylor.
"What? Sekarang kan udah jam 10!" Ucap Greyson sambil melihat jam tangannya.
"Yaudah berarti sekarang kamu temuin Louis!" Ujar Taylor.
"Oke deh! Bebel, Taylor, gue sama Cody nemuin Louis dulu ya!" Ucap Greyson sambil menarik tangan Cody.
"HAH? Kok gue di suruh ikut sih? Kan lo doang yang di cariin!" Tanya Cody sambil menyingkirkan tangan Greyson dan berjalan mengikuti Greyson.
"Yaiyalah! Gue ga bisa deket Bebel, berarti lo juga ga boleh deket sama Taylor" Kata Greyson sambil terus berjalan menuju ruang musik.
"HAH? Maksud lo apaan Grey?" Tanya Cody yang heran.


"Ah... Engga kok! Lupain aja tadi gue ngomong apa!" Pinta Greyson.
"Bella ayo kita pergi!" Ajak Taylor.
"Iya kak! Aku juga ada jam kuliah sekarang" 

           *SKIP . . . .

         Cody & Greyson pun tiba di depan ruang musik. Di sana terlihat ada 3 orang pemuda tampan yang sedang menunggu seseorang. Ya, mereka bertiga adalah Louis, Niall, dan Harry yang dari tadi menunggu Greyson.


"Lama banget lo Grey! Dari tadi kita nungguin lo di sini tau!" Ucap Louis.
"Iya sorry! Emang ada apaan sih lo nyariin gue?" Tanya Greyson kepada Louis.
"Ga ada apa-apa sih. Gue cuman mau nanya sesuatu sama lo! Lo ikut gue bentar deh" Ucap Louis menarik tangan Greyson untuk menjauh dari Cody, Niall & Harry.
"Mau nanya apaan sih?" Tanya Greyson heran.
"Gini nih , gue liat lo deket banget sama si Bella" Ucap Louis.
"Terus kenapa? Masalah buat elo?" Kata Greyson dengan nada sok cuek.
"Gue cuman mau bilang lo jangan jadiin Bella pacar lo!" Pinta Louis.
"What? Apa maksud lo, bro gini ya... Gue mau jadiin Bella pacar gue ataupun engga itu bukan urusan elo! Jadi lo jangan ngatur-ngatur gue! OKE?" Ucap Greyson sambil mendorong Louis.
"Dan satu lagi.... Kalo lo suka sama Bella, silahkan lo usaha sendiri buat dapetin dia! Kita liat siapa yang bakal dapetin Bella!" Sambung Greyson sambil berjalan meninggalkan Louis dan mendekati Cody, Niall & Harry.
"Cody, ayo kita pergi dari sini!" Ucap Greyson sambil berjalan.
"Ah!? Grey, lo kok manyun sih?" Tanya Cody sambil mengikuti Greyson.
"Gue kesel sama Louis, dia manggil gue ternyata cuman mau bilang jangan jadiin Bella pacar gue!" Ucap Greyson kesal.
"What? Terus kenapa lo kesel? Atau jangan-jangan elo . . ." Ucap Cody yang tiba-tiba menghentikan langkahnya.
"Jangan berpikiran macem-macem tentang gue dan Bebel!" Kata Greyson sambil terus berjalan.

           *SKIP . . . . . . (Beberapa jam kemudian)

        Jam kuliah Justin untuk hari ini sudah selesai. Namun, ia memutuskan untuk tidak langsung pulang ke rumahnya. Ia malah pergi ke taman untuk menghilangkan rasa kesalnya pada Selena (Taman itu tempat Justin pertama kali bertemu dengan Bella kemarin). Ketika ia tiba di taman, ia melihat seorang gadis yang di kenalnya sedang duduk bersama seorang pemuda di salah satu bangku taman.

"Hmm, itu seperti Bella. Tapi siapa pemuda itu?" Ucap Justin sambil berjalan mendekati Bella.
"Kamu kenapa sih Grey, seharian ini kamu tuh aneh banget tau ga? Udah dua kali kamu ngajakin aku pergi ke taman!" Ucap Bella yang heran.
"Gini bel! Sebenernya gue . . . gue . . ." Ucap Greyson terbata-bata.
"Kenapa sih Grey?" Tanya Bella.
"Lo mau ga, jadi . . . jadi . . ." Ucap Greyson.
"Bella!" Ucap Justin memanggil Bella.
"Eh... Kamu Justin! :)" Ucap Bella sambil menoleh ke Justin.
"SHIT! Ada aja sih yang ganggu gue!!! Kalo gini terus kapan gue nembak Bella?" Ucap Greyson dalam batinnya.
"Gue pikir lo ga bakal ada di sini!" Kata Justin sambil garuk-garuk kepala.
"Tadinya sih aku mau langsung pulang, but Greyson ngajakin aku ke sini :)" Ucap Bella sambil tersenyum.
"Owh . . ." Kata Justin dengan mulut membentuk huruf O.
"Umm, Greyson kenalin ini Justin!" Ucap Bella memperkenalkan.
"Kenalin gue Greyson, jadi lo temen barunya Cody?" Ucap Greyson sambil tersenyum.
"Iya . . . Lo temennya Cody juga?" Tanya Justin.
"Gue sepupunya Cody" 
"Umm, Justin tadinya aku mau kenalin kamu sama kaka ku Taylor setelah jam kuliah selesai. Tapi, Cody memaksanya untuk pergi dengannya" Ujar Bella.
"HAH? Kakakmu? Taylor? Maksudmu Taylor Swift?" Tanya Justin heran.
"Iya Justin. Kamu sudah kenal sama kak Taylor?" Kata Bella.
"Iya, dia orang pertama yang menjadi temanku setelah aku pindah ke sini! :) Jadi kamu adiknya ya?" Ucap Justin sambil tersenyum.
"Iya :)" Kata Bella.
"Pantes aja gue ngerasa, muka lo mirip seseorang!" 

           *SKIP . . . 

@Rumah Selena

          Selena baru saja tiba di rumahnya. Ia langsung menuju kamarnya. Ketika ia tiba di kamarnya, Selena langsung menghempaskan tubuhnya ke ranjang.

"Huft . . . Lelah banget gue hari ini!" Ucap Selena.
"Kalo di pikir-pikir , cowok ngeselin itu kece juga ya?" Sambung Selena sambil senyum-senyum sendiri.
"Hmm, si Demi mana sih? Kok dia belum balik sih?" 

        Selena pun terlelap dalam tidurnya. (30 menit kemudian) Demi tiba di rumahnya. Sama halnya seperti Selena, ia langsung menuju ke kamarnya. Ketika Demi tiba di kamar, ia melihat Selena sedang tidur terlelap. Niat usilnya pun muncul lagi. Demi sengaja berteriak-teriak disamping telinga Selena agar dia  terbangun :D

"SELENA . . . SELENA . . . SELENA . . . ADA ZAYN DI BAWAH!!!" Teriak Demi disamping telinga Selena.

           Selena pun terbangun dan langsung marah-marah ke Demi. Karena Demi telah mengganggu tidur siangnya yang nyenyak itu.

"Demi, lo apa-apaan sih teriak-teriak ga jelas! Pake segala ngomong ada Zayn lagi!!!" Ucap Selena manyun.
"Haha . . . Sorry, sorry! :P" Ucap Demi.




          Hmm, gimana cerbung part 8 nya? Pasti gaje deh ._. Oh iya , Selena udah mulai suka tuh sama Justin. Justin juga mulai penasaran tuh sama si Selly. Menurut kamu mereka bakal akur ga? Penasaran sama jawabannya? Tunggu aja di Part selanjutnya!!! :D


See You Next Time . . . . 



Rabu, 12 September 2012

When I Fall In Love (Part 7)

         Malem sahabat Dyan's Blog! Apa kabarnya nih? Pastinya baik-baik aja kan. Oh iya sekarang saya mau ngelanjutin Cerbung When I Fall In Love Part 7 nih. Maap yah kalo lanjutannya agak lama :D Maklum saya pelajar sibuk :P Yuk, yang mau baca silahkan di simak . . . ! ! ! Semoga terhibur :)


Author : Dyan Rosdiana
Title : When I Fall In Love



@Rumah Justin


        Jam menunjukkan pukul 08.30 A.M. Justin baru saja selesai mandi. Kemudian ia langsung bersiap-siap menuju kampusnya. Seperti biasa ia mengendarai mobilnya untuk ke kampus.

"Mom! Aku berangkat dulu ya!" Ucap Justin sambil mencium tangan Mom. Pattie
"Oke, be careful!"

          Justin pun mengendarai mobilnya menuju kampus, namun ketika berada di tengah jalan ia melihat seorang gadis yang di kenalnya berjalan kaki. Akhirnya Justin pun berhenti mendekati gadis yang di kenalnya itu.

"Caitlin?" Ucap Justin sambil membuka kaca mobilnya.
"Eh, Justin?"
"Lo jalan kaki sendirian?" Tanya Justin heran.
"Umm, Iya memangnya kenapa?" Ucap Caitlin yang heran dengan pertanyaan Justin.
"Gapapa kok! Just ask. Eh, lo mau ke kampus kan?" Kata Justin.
"Iyalah, emang lo kira gue mau kemana? Ke mall? Ke pasar?" Kata Caitlin sambil bercanda.
"Haha :D Eh, lo bareng gue aja yuk!" Ajak Justin.
"HAH? Naik mobil elo?" Tanya Caitlin.
"Yaiyalah masa naik becak? Lo gimana sih ._." Jawab Justin.
"Oh . . . Kirain gitu naik delman :P" Ucap Caitlin meledek.
"Jadi lo mau ga?" Tanya Justin yang masih menunggu jawaban Caitlin.
"Umm, gimana ya. Nanti kalo kita bareng malah di gosipin lagi ._."
"Yaampun, di gosipin sama siapa sih? Lagian kan kita engga ngelakuin hal yang aneh!" Terang Justin.
"Iya juga sih. Yaudah deh, gue berangkat bareng lo!" Kata Caitlin sambil masuk ke dalam mobil Justin.
"Nah gitu dong!" Ucap Justin tersenyum simpul.


           Justin pun berangkat ke kampus dengan Caitlin Beadles.
          *SKIP . . .

@Rumah Taylor 

          Taylor Swift & Adiknya Bella Thorne (Ceritanya Kakak-Adik Kandung) sedang menunggu Cody sambil sarapan dengan sebuah roti dan selai. Taylor yang dari tadi memperhatikan wajah adiknya yang senyam-senyum sendiri pun bertanya apa yang sedang terjadi pada adiknya itu.

"Bella, kamu kenapa sih dari tadi kakak perhatiin kamu senyam-senyum sendiri?" Tanya Taylor yang heran pada adiknya itu.
"Ah . . . Masa sih kak? Jangan sok tau deh! -,-" Ucap Bella yang sedikit malu.
"Udah deh ngaku aja! Hmm, kaka tau pasti adik kaka ini lagi jatuh cinta ya?" Kata taylor meledek.
"Hah jatuh cinta? Engga kok . . . Engga!" Ucap Bella panik.
"Udah dong ngaku aja! Lagi fall in love sama siapa sih dek?"
"Ih... Aku tuh ga lagi fall in love kaka! Jadi nanya nya jangan yang aneh-aneh gitu dong!" Kata Bella berbohong dengan nada manja.

          (Beberapa detik kemudian) Taylor menerima sms dari Cody. Isi sms dari Cody :
"Taylor, cepet keluar! Gue udah ada di depan rumah lo, sekalian ajak Bebel berangkat bareng!"

      *SKIP . . . Taylor & Bella pun keluar rumah dan menemui Cody yang saat itu sudah menunggunya di mobil...

"Pagi Taylor cantik!!!" Ucap Cody sambil membuka kaca mobilnya yang gelap itu.
"Pagi Cody!" Kata Taylor sambil tersenyum.
"Ih Cody jahat! Masa yang di sapa cuman kak Taylor!" Ucap Bella sambil manyun :D
"Bebel mah ga usah di sapa :P  Udah masuk ke mobil gih!" Kata Cody bercanda.

          Taylor & Bella pun masuk ke dalam mobil Cody. Ternyata Cody tidak sendirian, namun ia berangkat dari rumahnya bersama sepupunya Greyson.

@Di dalam Mobil Cody

"Loh Greyson?" Kata Bella yang kaget bahwa orang yang dia taksir itu duduk di sampingnya.
"Kenapa Bel? Gausah kaget gitu dong!" Ucap Greyson santai.
"Hahaha :D Bella salting kali sama lo Grey!" Kata Cody sambil tertawa dan tetap menyetir mobil.
"Ih Cody berisik!" Ucap Bella sambil menjambak rambut Cody.
"Eh Bebel, sakit tau!" Ucap Cody yang merintih kesakitan :D
"Bella, udah ah jangan kaya gitu! Nanti Cody nyetirnya ga bener lagi!" Kata Taylor
"Ih kaka , abisnya aku kesel sama Cody!" Ucap Bella
"Tau Bebel jelek, ganggu aja orang lagi nyetir!" Sahut Greyson dengan nada yang sok cuek.


           *SKIP . . .

@University of Music, LA

         Justin & Caitlin baru saja tiba di kampus. Dengan tidak sengaja Zayn melempar bola ke arah mereka berdua, dan tepat mengenai kepala Caitlin.

"Aw . . . " Ucap Caitlin mengeluh.
"Cait, lo kenapa?" Tanya Justin khawatir.
"Gapapa kok!" Kata Caitlin.
"Caitlin, sorry ya gue ngga sengaja!" Ucap Zayn yang berlari mendekati Caitlin & Justin.
"It's Ok! Haha :D" Ucap Caitlin sambil tertawa.
"Cait, dia siapa? Cowok lo ya?" Kata Zayn sambil melirik Justin.
"Bukanlah! Dia tuh mahasiswa baru di sini. Namanya Justin" Ujar Caitlin.
"Owh . . . Kenalin gue Zayn!" Ucap Zayn sambil mengulurkan tangan.
"Gue Justin" Ucap Justin sambil mengulurkan tangannya.
"Zayn . . . " Terdengar teriakan seseorang memanggil nama Zayn.
"Ah..." Mereka bertiga pun menoleh ke arah suara teriakan itu.
"Selly? Kesini sell! Gue mau kenalin seseorang nih" Kata Zayn sambil teriak.
"Apa ? Dia kan cowok bawel super ngeselin itu!" Ucap Selena dalam batinnya.
"OMG! Cewek itu lagi? Huft . . Kenapa sih gue harus ketemu dia lagi?" Ucap Justin dalam batinnya.
"Selly, kesini dong jangan bengong gitu!" Kata Zayn sambil teriak.
"Apa? Gue ga mau ah! Lo aja yang ke sini! Males gue deket-deket cowok itu!" Ucap Selena sambil teriak sekencang-kencangnya.
"Woy cewek aneh! Emang lo kira gue sudi apa ketemu sama lo lagi? Hello... Asal lo tau ya, gue ga akan pernah sudi kenalan sama cewek aneh plus ngeselin kaya lo!" Ucap Justin sambil teriak, kemudian Justin berjalan pergi meninggalkan Caitlin & Zayn.
"Ah... Kenapa sih mereka? Aneh deh!" Ucap Caitlin yang heran dengan tingkah laku Justin & Selena. Caitlin pun berlari kecil mengejar Justin yang melangkah semakin jauh.
"Huft, ada apa sih ini? Bingung gue ._." Ucap Zayn sambil mendekati Selena.

         Akhirnya Caitlin dapat mengejar Justin . . . Caitlin menanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada Justin. Namun Justin hanya menjawab seperlunya & tetap berjalan.

"Justin..." Kata Caitlin sambil berjalan.
"Apa Cait?" Ucap Justin dengan pandangan yang tetap lurus ke depan.
"Tadi lo kenapa?" Tanya Caitlin sambil menatap Justin.
"Gapapa kok!" Kata Justin sambil tetap berjalan.
"Umm, apa lo udah kenal sama Selly?" Tanya Caitlin dengan kepala yang menunduk.
"Selly? Siapa dia?" Kata Justin yang langsung menhentikan langkahnya.
"Cewek tadi, yang manggil Zayn!" Ucap Caitlin sambil terus berjalan.
"Owh... Dia, engga kok! Gue ga kenal" Kata Justin sambil berjalan mengikuti Caitlin.
"Masa sih?" Kata Caitlin.

"Iya gue ga kenal dia! Suer deh..." Kata Justin sambil membuat kedua jarinya membentuk huruf V.
"Masa sih ga kenal sama Selly. Dia kan cewek populer di kampus ini!" Ucap Caitlin.
"Owh ya? Populer karena apanya?" Tanya Justin yang mulai penasaran.
"Dia itu cewek populer. Ya... menurut penilaian mahasiwa/i di kampus ini dia tuh cantik, manis, smart & baik. Makanya cowok-cowok banyak yang naksir sama dia" Kata Caitlin yang menghentikan langkahnya.
"Oh gitu ya"

           (Beberapa menit kemudian) Cody & teman-teman baru saja tiba di kampus. Ketika turun dari mobil, Greyson langsung mengajak Bella ke sebuah tempat. Sedangkan Taylor & Cody berjalan sambil bergandengan tangan menuju ruang musik.

"Eh Bebel. Ikut gue yuk!" Ucap Greyson sambil menarik tangan Bella.
"Ikut kemana sih?" Kata Bella.
"Grey, lo ga ikut gue sama Taylor ke ruang musik?" Tanya Cody yang heran dengan sikap Greyson.
"Kaga ah! Entar aja, udah kalo lo mau ke ruang musik duluan aja!" Perintah Greyson.

           Akhirnya Cody & Taylor pergi ke ruang musik sambil berpegangan tangan. Dan Greyson masih menarik tangan Bella untuk membawanya ke sebuah tempat.

"Greyson kita mau kemana sih?" Bella bertanya lagi.
"Udah deh lo jangan bawel!" Ucap Greyson dengan nada sok cuek.
"Yaudah tapi . . . tapi . . ." Ucap Bella.
"Tapi apa sih? Lo bawel banget deh!" Kata Greyson yang menyela ucapan Bella.
"Ini . . . sa . . sa . . sakit" Ucap Bella terbata-bata.
"Apanya sih yang sakit? Jangan manja dong!"



            Nah lo Bella kenapa? Ayoloh, si Greyson ngapain Bella tuh? :D Terus gimana dengan Justin? Kayanya dia mulai penasaran sama Selena deh :P Masih penasaran sama kelanjutan cerbung ini? Yakin nih? Oke kalo gitu tunggu aja di Part selanjutnya ! :D



Di jamin semakin GAJE *Piss. Hehe :D



Ok... See you next time :)



Jumat, 07 September 2012

When I Fall In Love (Part 6)

           Malem sahabat Dyan's Blog! Apa kabarnya nih? Semoga baik-baik aja. Hehe, aku mau lanjutin cerbung aku yang judulnya When I Fall In Love nih. Ada yang mau baca? Ga mau yaudah gapapa ._. Tapi kalo kamu mau baca kelanjutannya langsung aja yuk!!!


Author : Dyan Rosdiana
Title : When I Fall In Love


        *SKIP . . . (Beberapa menit kemudian) Justin telah tiba di parkiran, ia pun langsung mengendarai mobilnya & menuju pulang ke rumahnya.

@Rumah Justin

"Aku pulang . . . " Kata Justin sambil membuka pintu & berjalan masuk ke rumahnya.
"Kak Justin ! Aku kangen . . " Ucap Jazmyn sambil berlari menuju Justin & langsung memeluk Justin.
"Ah . . . Jazzy, are you kidding? Masa ngga ketemu sebentar aja udah kangen!" Ucap Justin sambil melepas pelukan Jazmyn.
"Hey, I'm seriously Justin! Why you don't believe me?" Tanya Jazmyn heran.
"Because you're so pretty! Dan aku tidak percaya, bahwa ada seorang putri cantik yang rindu padaku! :D" Kata Justin sambil mencubit pipi Jazmyn, kemudian ia langsung berlari menuju kekamarnya.
"Justiiiiin!!!!!! Kamu kakak yang sangat usil!" Kata Jazmyn teriak.
"HAHAHA.... LOL :P" Justin yang sudah dekat dengan kamarnya, tertawa terbahak-bahak karena mendengar ocehan adiknya.

          Justin pun masuk kedalam kamarnya. Ketika ia baru saja menyalakan Iphone-nya, tiba-tiba saja ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya. TOK! TOK! TOK!!!

"Justin, apakah kamu ada di dalam?" Tanya seseorang diluar.
"Yes, I'm here. Who's there?" Kata Justin kepada seseorang diluar.
"It's mom! Justin, ayo kita makan malam. Daddy & adik-adikmu udah nungguin kamu tuh!" Kata mom pattie.
"Iya mom. Mom duluan aja nanti aku nyusul, aku mau matiin Iphone-ku dulu!" Kata Justin.
"Oke kalo gitu, mommy tunggu kamu di meja makan!"

          *SKIP . . . Justin & Keluarganya pun makan malam bersama.


@Rumah Cody

          Cody & sepupunya sedang menonton televisi dirumahnya. Sepupunya selalu saja mengganggu Cody, sehingga Cody pun kesal karena ulah sepupunya itu.

"Heh, lo ga bisa diem banget sih!" Ucap Cody yang kesal dengan sepupunya itu.
"Suka-suka gue dong! :P" Ucap sepupunya sambil meledek.
"Huh! Kalo aja lo bukan sepupu gue udah gue apain lo!" Kata Cody.

         (You-u-u-u-u-u got me good... I-I-I-I-I-I.... You-u-u-u-u-u-u I like this right here) Tiba-tiba saja handphone Cody berdering. Namun, sebelum Cody mengambil handphone-nya yang diletakkan di atas meja. Sepupunya yang usil itu langsung mengambil handphone Cody dengan cepat.

"Greyson balikin handphone gue!" Ucap Cody sambil berusaha mengambil handphone-nya.
"Umm, wah ada telpon dari Taylor! Haha.." Kata Greyson. Ya, sepupunya Cody yang sangat usil itu  bernama Greyson Chance. Sudah 6 tahun, Greyson tinggal bersama Keluarga Cody.
"Apa Taylor? Balikin hape gue!" Kata Cody yang masih berusaha mengambil handphone-nya.
"Iya deh, nih hape lo! Gue pikir telpon dari Bella. Hehe!" Kata Greyson sambil mengembalikan hape Cody.
"Hah Bella? Maksud lo?" Tanya Cody heran.
"Ah... udah jangan banyak nanya! Angkat noh telpon dari Taylor..." Kata Greyson.
"Iya.. Iya.. Bawel banget sih lo!"


           Cody pun mengangkat telepon dari Taylor Swift sahabatnya.

(Percakapan Telepon)

"Hallo Taylor???" Kata Cody menyapa.
"Hi, Cody!" Kata Taylor dengan nada sedih.
"Taylor, kamu kenapa?" Tanya Cody yang penasaran dengan suara sedih Taylor.
"Umm, engga kok! Gapapa..." Jawab Taylor.
"Taylor, jangan bohong deh! Mending jujur aja, kamu lagi sedih kan? Siapa yang udah buat kamu sedih gini?" Kata Cody yang memang agak cemas dengan Taylor.
"Umm, Cody dari mana kau tau kalo aku lagi sedih?"
"Taylor, kita udah bersahabat selama 7 tahun. Jadi aku tau tentang kepribadian sahabatku! Sekarang kamu cerita ya sama aku!" Ucap Cody.
"Umm, Cody! Kamu tau kan Bella . . . " Ucap Taylor yang keburu menangis sebelum ia selesai bicara.
"Iya, aku tau kok! Bella adikmu kan? Ada apa dengan Bella?" Tanya Cody dengan raut muka yang panik.
"Dia..dia... pingsan lagi! Sebelumnya dia memang mengeluh pusing!" Ujar Taylor.
"Taylor, kamu harus tenang! You must pray to GOD! Jangan berpikir aneh tentang adikmu, mungkin dia hanya kelelahan" Kata Cody yang berusaha menenagkan Taylor.
"Iya... makasih Cody! Semoga aja yang kamu bilang bener. Cody makasih udah ngedengerin curhatku, Kamu memang sahabat terbaikku!" Kata Taylor sambil tersenyum.
"Iya, besok aku jemput kamu ya! Kita ke kampus bareng"
"Oke...  I'll be waiting"

         ~Telpon Tertutup~

"Greyson!!! Maksud lo tadi apa ya?" Tanya Cody yang masih penasaran.
"Yang tadi yang mana sih Cod?" Ucap Greyson yang pura-pura lupa :D
"Ah... Tau ah males gue sama elo!" Kata Cody yang pergi menuju kamarnya.

         Cody pun masuk ke dalam kamarnya. Cody kesal, karena sepupunya yang jail itu selalu meledekinya dengan Taylor.


        *SKIP . . . (Keesokan harinya) Cody telah terbangun dari tidurnya. Ia bangkit dari tempat tidurnya & membuka jendela kamarnya.

"Hmm... Udara pagi ini sangat segar!" Ucap Cody sambil menghirup udara pagi yang segar dari kamarnya.

          Cody keluar dari kamarnya. Ia berniat untuk mandi, namun ketika ia sudah berada di depan kamar mandi rumahnya. Tiba-tiba Greyson yang baru datang, langsung membuka pintu kamar mandi.

"Ett... Lo mau ngapain?" Kata Cody sambil menarik baju yang dipakai Greyson.
"Mau mandi lah! Pake nanya..." Jawab Greyson
"HEH! Gue lebih dulu nyampe di sini, so gue yang duluan mandi!" Kata Cody sambil menyerobot masuk kedalam kamar mandi.
"Oh... Oke kali ini gue ngalah sama yang tua! Tapi, liat aja lo nanti di kampus!" Kata Greyson sambil teriak-teriak :D
"Terserah lo, gue ga PD sama lo!" Sahut Cody dari balik kamar mandi. (*Note: ga PD maksudnya ga peduli)

          Ya . . . memang itulah kelakuan Cody & Greyson. Mereka selalu bertengkar layaknya Tom & Jerry. Tapi, walau begitu mereka saling peduli satu sama lainnya. Apalagi masalah cinta mereka sering curhat satu sama lain.

@Rumah Niall

          Zayn masih tertidur pulas. Niall yang kebetulan tidur sekamar dengannya, mencoba untuk membangunkannya.

"Zayn, bangun!" Kata Niall sambil menggoyangkan badan Zayn.
"...." Zayn masih tertidur pulas.
"Zayn, bangun woy!!!"
"Hmm, apaan sih sayang?" Kata Zayn mengigau, yang langsung memeluk & hendak mencium Niall.
"Eh...eh... Zayn lo apa-apaan sih?" Ucap Niall sambil mendorong Zayn sampai terjatuh dari kasurnya :D *Piss bro :P
"Aw..." Ucap Zayn yang kemudian membuka matanya.
"Zayn, lo gapapa kan?" Tanya Niall yang agak panik.
"....." Zayn yang masih mengumpulkan nyawa hanya terdiam.
"Woy, lo gapapa kan? Apa lo masih gila?" Tanya Niall tepat di depan mukanya Zayn.
"Lo ngapa sih? Pertanyaan lo GAJE bener!" Ucap Zayn yang kemudian mendorong Niall.
"Eh... tadi tuh elo mau nyium gue!" Ujar Niall sambil berdiri.
"HAH GUE NYIUM LO? It was a lie! I'm not a Gay, I'm a normal Guy. DO YOU UNDERSTAND, HAH?" Kata Zayn sambil teriak tepat di telinga Niall.
"Woy!!! Bisa ga sih kalo ngomong pelan? Gue ga bohong JELEK!!!" Ucap Niall kesal & pergi keluar kamar.
"What? Gue ga mungkin mau nyium Niall! ._. Apa gara-gara tadi gue mimpi mau nyium Selly? o.O" Ucap Zayn.

          *SKIP . . . .



@Rumah Selena

         Demi baru terbangun dari tidurnya, namun ia heran karena tidak mendapati sahabatnya Selena di kamar.

"Hmm... Selly mana ya? Kok dia ga ada sih? Apa mungkin dia udah bangun duluan?" Ucap Demi sambil melihat kamarnya yang serba putih itu.

      Demi pun keluar kamarnya, ketika itu juga dia mencium aroma masakan yang membuat perutnya menjadi lapar.

"Wah... Wangi amat nih, kaya wangi nasi goreng deh! Tapi siapa yang masak yah? Kalo mamanya Selly kan ga mungkin, orang dia lagi di luar kota" Ucap Demi sambil berjalan menuju aroma masakan itu. Yah . . . ceritanya orang tua Selena lagi pergi keluar kota.

~Tiba di Dapur~

"Selly?" Ucap Demi dengan tatapan yang aneh
"Umm, Demi? Kenapa lo natap gue begitu?" Tanya Selena penuh tanda tanya.
"Gapapa kok! Eh.. sejak kapan lo bisa masak?" Kata Demi
"Sejak lo berlibur di Paris!" Ucap Selena sambil tetap memasak.
"Owh... Eh, boleh dong gue bagi tuh nasgor!" Kata Demi sambil mengunjukkan gigi.
"Iya, iya entar gue kasih!"

@Rumah Justin

        Jam menunjukkan pukul 08.30 A.M. Justin baru saja selesai mandi. Kemudian ia langsung bersiap-siap menuju kampusnya. Seperti biasa ia mengendarai mobilnya untuk ke kampus.

"Mom! Aku berangkat dulu ya!" Ucap Justin sambil mencium tangan Mom. Pattie
"Oke, be careful!"

          Justin pun mengendarai mobilnya menuju kampus, namun ketika berada di tengah jalan ia melihat seorang gadis yang di kenalnya berjalan kaki. Akhirnya Justin pun berhenti mendekati gadis yang di kenalnya itu.




           Hayo . . . Hayo . . . Gimana Part 6 nya? GAJE yah ._. Kira-kira siapa ya gadis yang di temui Justin di jalan itu? Taylorkah? Selena, Demi, atau Caitlin? Umm, penasaran? Tunggu aja Part selanjutnya!!! :D


SEE YOU NEXT TIME . . .





 

Statistik

Statistik

Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net SEO Stats powered by MyPagerank.Net

Berlangganan Melalui

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner