Sabtu, 15 Desember 2012

When I Fall In Love (Part 10)

      Selamat malam sobat semua! Pada kesempatan kali ini saya ingin melanjutkan cerbung saya yang sebelumnya sempat tertunda sangat lama. *Ceritanya sibuk sekolah. Ohh ya walaupun saya bukan penulis tapi saya butuh mikir keras buat ngarang ini cerita, jadi mohon maaf kalau proses endingnya agak lama. Yaudah dari pada basa-basi terus, mending langsung aja yuk disimak! Semoga terhibur :)

Link cerbung : ~ Part 8 , ~ Part 9 

Author : Dyan Rosdiana
Title : When I Fall In Love


       Tanpa tersadar mata selena & justin saling bertemu. Mereka saling bertatap-tatapan, namun setelah mereka sadari akhirnya mereka saling membuang muka.

"Lo lagi? Ngapain sih kayanya elo ngikutin gue terus" Ucap selena yang masih membuang muka dengan nada jutek.
"Pede banget lo! Ngapain juga gue ngikutin elo, kaya ngga ada kerjaan lain" Balas justin dengan jutek.
"Ihh, ni cowok ngeselin banget sih! Pengen gua tabok rasanya" Ucap selena yang jengkel dalam batinnya.
"Kakak, jangan berantem melulu! Ayo katanya mau beli ice cream?" Ajak jazmyn.
"Iya dek! Lagian kakak males kalau harus lama-lama ada disini" Ucap justin pergi menuju kasir, yang kemudian disusul oleh jazmyn. Selena yang terdiam hanya menatap justin dengan sinis dari kejauhan.

      *SKIP . . . (Beberapa menit kemudian) Liam yang dari tadi sibuk mencari buku tidak menyadari bahwa selena tidak ada disampingnya.

"Selly, menurut lo bukunya bagusan yang mana?" Ucap liam sambil memegang 3 buku ditangannya.
"Loh, selena mana? Kok ga ada ya? Perasaan tadi dia ada disini deh ._." Ucap liam bingung.

     Akhirnya liam pun berkeliling mengitari toko buku tersebut untuk mencari selena. Ketika liam tiba ditempat buku novel, ia pun menemukan sesosok gadis yang dicarinya.

"Selena, lo kemana aja sih? Gue cariin juga. Pergi ga bilang-bilang! .__." Ucap liam sambil berjalan mendekati selena.
"Eh, liam sorry . . . Tadi gue lupa ga bilang" Kata selena nyengir.
"Ah elo! Eh, menurut lo bukunya bagusan yang mana?" Ucap liam sambil menunjukkan 2 buku yang digenggamnya.
"Coba sini gue liat!" Kata selena mengambil kedua buku yang digenggam liam.
"Buku apaan nih? Tips PDKT dengan sahabat? Tentang wanita?" Sambung selena sambil membaca judul kedua buku itu.
"Iya, menurut lo bagusan yang mana?" Tanya liam.
"Kok kayanya semua buku yang lo pilih menyangkut tentang cinta ya?" Ucap selena heran.
"Um, emang kenapa? Salah ya kalo gue pilih buku tentang cinta?" Tanya liam polos.
"Gapapa sih, cuman aneh aja" Kata selena memberikan kedua buku itu kepada liam.
"Jadi menurut lo bagusan yang mana?" Ucap liam.
"Kalo gue sih lebih tertarik sama buku yang judulnya Tentang Wanita. Eh, gue tunggu dimobil lo aja ya" Ucap selena pergi meninggalkan liam.
"Yaudah sana!"
"Mana kuncinya?" Tanya selena sambil menadahkan tangannya.
"Nih . . ." Ucap liam memberikan kunci mobilnya pada selena.
"Oke, gua tunggu di mobil yah" Kata selena berjalan menuju mobil liam.

       Setelah sampai didalam mobil liam, selena hanya bertanya-tanya pada dirinya sendiri tentang liam yang ingin membeli buku tentang cinta. *Sebelumnya liam ngga pernah suka baca buku, apalagi tentang cinta.

"Kenapa liam nyari buku tentang cinta yah? Tadi, ada buku yang judulnya Tips PDKT dengan sahabat. Apa mungkin liam lagi suka sama sahabatnya?" Ucap selena dalam batinnya.
"Apa mungkin liam suka sama gue? Ah . . . Ngga mungkin! Atau jangan-jangan liam naksir . . . Demi?" Sambung selena yang masih heran.

         *SKIP . . . (2 menit kemudian) Liam telah selesai membayar buku. Ia pun langsung masuk kedalam & menyalakan mesin mobilnya. Saat diperjalanan . . .

"Liam . . ." Ucap selena.
"Iya, kenapa selly?" Kata liam sambil tetap menyetir.
"Um, lo suka sama demi ya?" Tanya selena sedikit ragu.
"Engga kok, engga" Ucap liam berbohong. Sebenarnya liam sudah menyukai demi lovato sejak awal mereka bertemu.
"Udah jangan bohong! Ngaku aja deh" Ucap selena.
"Ah, elo! Gua bilang kan gua ga suka demi" Kata liam dengan sedikit kesal.
"Jangan bohongin gua. Gua tau kok, sebenernya lo itu lagi fall in love kan? Hayoo ngaku" Ucap selena dengan nada meledek.
"Ihh, lo kenapa sih jadi ngeledekin gue? Apa karena buku yang gue beli tadi?" Tanya liam.
"Pikir aja sendiri" Jawab selena singkat.

***

@Rumah Justin

      Keesokan harinya. Jam telah menunjukkan pukul 10.30 AM. Namun, justin masih tertidur pulas. Padahal seharusnya ia sudah tiba dikampusnya sejak 1 jam yang lalu. (Kriing . . . Kriing . . . Kriiing . . .) Alarm dari handphone justin pun baru saja berdering. Justin pun terbangun, karena mendengar alarm  handphonenya berdering.

"Apa? Udah jam 10.30? Kok bisa sih gue kesiangan? OMG, ternyata gue salah setting alarm .____." Ucap justin yang melihat jam di handphonenya. Justin pun langsung bangkit dari tempat tidurnya.


      Ternyata justin salah menyetting alarmnya, itulah yang menyebabkan justin kesiangan. Terlebih lagi ia mengalami insomnia semalaman dan baru bisa tidur pukul 3 AM. Akhirnya justin pun pergi mandi dan langsung menuju meja makan untuk sarapan siang. *Loh? Emang sarapan ada yang siang? :D

"Justin, kau sudah bangun nak? Ini roti untukmu" Ucap mom pattie sambil mengambilkan roti lalu mengoleskan selai coklat.
"Mommy, apa kau tidak sadar bahwa hari ini aku tidak pergi ke kampus?" Tanya justin heran.
"Aku sadar akan hal itu. Kau harusnya tau, dari tadi pagi aku sudah mengetuk pintu kamarmu berulang kali. Namun tetap saja kau tidak mau bangun" Kata mom pattie memberikan roti kepada justin.
"Maaf mom, bukannya aku tidak mau kekampus. Tapi aku benar-benar kesiangan. Aku salah setting alarm, terlebih lagi aku mengalami insomnia semalaman .___." Ucap justin sambil melahap roti.
"It's okay, but please don't repeat it again!" Kata mom pattie.
"Yes mom, I won't repeat"

***

@University of Music, LA

        Taylor Swift dan Caitlin Beadles sedang berjalan menuju kantin dikampusnya. Namun, ditengah perjalan mereka bertemu Greyson yang terlihat sedang mencari seseorang.

"Hi Grey!" Sapa taylor dan caitlin bersamaan.
"Hello Taylor, Hello Caitlin!" Balas greyson sembari tersenyum.
"Lo lagi nyariin siapa grey?" Tanya caitlin.
"Um, ini . . . Gue lagi nyariin . . ." Ucap greyson.
"Nyariin siapa?" Sambung taylor.
"Adikmu kak" Sahut greyson.
"Hah? Adikku? Bella maksudnya?" Tanya taylor heran.
"Iya. Memangnya siapa lagi?" Ucap greyson.
"Ohh, tadi gue liat bella sama cody ada di perpustakaan" Kata caitlin.
"Apa? Sama cody?" Tanya greyson dengan raut wajah kesal.
"Iya" Jawab caitlin singkat.
"Oh my god, kenapa cody selalu mendahuluiku untuk menemui bella?" Ucap greyson dalam batinnya.
"Grey, are you okay?" Tanya taylor yang melihat greyson melamun.
"Um, I'm okay. Maaf aku buru-buru" Ucap greyson lalu pergi meninggalkan caitlin dan taylor.
"Dia kenapa? Terlihat aneh sekali .___." Ucap taylor.
"Hmm . . . Entahlah" Caitlin hanya menggelengkan kepalanya.

     Greyson pun tiba di perpustakaan. Ia melihat ada sesosok gadis yang dicarinya itu sedang duduk bersama sepupunya. Greyson pun langsung menghampiri keduanya sambil menunjukkan wajah yang kesal.

"Hello Bebel, Hi Cody" Sapa greyson.
"Hi Grey!" Sahut bella.
"Sedang apa kalian disini?" Tanya greyson kemudian duduk di samping bella.
"Ini grey, tadi aku minta cody untuk temenin aku buat nyari buku novel" Ujar bella yang masih membaca buku novel.
"Sial, kenapa bella ngga nyuruh gue aja buat temenin dia nyari novel?" Kata greyson dalam batinnya.
"Grey, muka lo kenapa kusut amat kaya gitu?" Tanya cody asal.
"Gapapa kok!" Sahut greyson singkat.
"Ohh, gue kira lo lagi kesel sama seseorang" Ucap cody.
"Eh, bel. Ikut gue bentar deh!" Ajak greyson.
"Mau kemana grey? Aku lagi serius baca nih" Kata bella yang masih tetap membaca novel itu.
"Udah ayo ikut gue! Bentar doang kok!" Ucap greyson sambil menarik tangan bella dan membawanya kesuatu tempat.
"Aduh grey, kamu mau bawa aku kemana lagi sih?" Tanya bella. Greyson hanya diam dan tetap membawa bella kesuatu tempat.

       *SKIP . . . Greyson dan Bella pun telah sampai disebuah taman di kampusnya.

"Grey, kamu mau ngapain bawa aku ketaman ini lagi?" Tanya bella heran.
"Um, bella. Gue mohon tatap mata gue" Pinta greyson.
"Tapi untuk apa grey? Kamu ngga akan hipnotis aku kan?" Bella yang ragu akhirnya menatap mata greyson yang indah itu.
"Sebenernya dari awal gue ketemu sama lo, gue udah tertarik sama lo bel! Setiap gue ketemu sama lo, rasanya gue pasti seneng banget. Jantung ini rasanya dag dig dug ngga beraturan. Gue pikir ini bukan perasaan jatuh cinta. Tapi, setiap gue denger lo sama cody lagi deket. Pasti gue ditimpa perasaan amarah yang sangat besar dan mungkin gue itu cemburu. Makin hari gue makin ngga bisa nahan perasaan aneh ini setiap gue ketemu sama lo. Ya, mungkin tanpa disadari gue ini emang bener-bener lagi fall in love" Ujar greyson dengan ragu.
"God, apa maksud semua ucapan greyson ini?" Ucap bella dalam batinnya.
"Bella, will you be my girlfriend?" Ucap greyson sambil memegang kedua tangan bella.
" . . . " Bella hanya terdiam. Ia tak mampu berkata-kata, karena ia sangat terkejut atas pernyataan yang baru saja diungkapkan oleh greyson.
"Bella, gue siap ngedenger jawaban apapun dari lo kok. Setidaknya mungkin jawaban dari lo itu bisa membuat gue lebih tenang" Sambung greyson.
"Greyson. Um, gue . . . gue . . . " Ucap bella terputus-putus.
"Iya bell? Lo mau kan jadi pacar gue?" Tanya greyson.



        Hayoloh . . . Kira-kira jawaban apa yang akan dilontarkan oleh bella? Yes or No? Ada yang mau kasih saran? Boleh . . . Ayo coment saranmu sekarang juga untuk next part!!! :)


Ditulis Oleh : Dyan Rosdiana // 12/15/2012 01:44:00 PM
Kategori:

0 Komentar:

Poskan Komentar

WARNING!!!
- Diharapkan memberi nama saat berkomentar!
- Pergunakan bahasa yang sopan untuk berkomentar.
- Jika ada yang berkomentar tidak sopan, maka admin berhak menghapus komentar tersebut.
- Jika kalian mau copas dari sini, sertakan nama blog ini sebagai sumbernya.
- Jika ada link mati, mohon diberitahukan melalui komentar.
- Author juga tinggal di dunia nyata dan tidak akan selalu online, jika komentar kalian tidak dibalas mohon dimaklumi ^^

 

Statistik

Statistik

Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net SEO Stats powered by MyPagerank.Net

Berlangganan Melalui

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner