Rabu, 17 Desember 2014

[FF] Destiny - Chapter 6 : Bad Morning


Title : Destiny

Author : Dyan Rosdiana

Cast :
  1. Kim Jongin / Kai (EXO) as Kim Jongin / Kai.
  2. Kim Hyora (OC).
  3. Lee Taemin (SHINee) as Kim Taemin.
  4. Kim Kibum / Key (SHINee) as Kim Kibum / Key.
  5. Oh Sehun (EXO) as Oh Sehun.
  6. Do Kyungsoo (EXO) as Do Kyungsoo.
  7. Kim Myungsoo / L (Infinite) as Kim Myungsoo.
  8. Park Hyunae (OC).
  9. Byun Baekhyun (EXO) as Byun Baekhyun.
Genre : Humor, Brothership, Family , Friendship, School Life

Rating : T

Lenght : Chaptered

Disclaimer : Seluruh ide cerita dan OC dalam ff ini adalah murni karangan author. Seluruh cast punya allah, orang tua, agensi, EXO-L, Shawol

A/N : Fanfiction ini juga aku publish di akun wattpadku. Jika ada kesamaan cerita atau nama tokoh harap dimaklumi ya! Dan jangan lupa untuk meninggalkan jejak! ^^


Warning! Gaje, Typo, OOC, dan penulisan tidak sesuai dengan EYD.



Chapter sebelumnya => Chapter 5






"Senang, bahagia, sedih dan perasaan yang tersakiti. Semuanya campur aduk menjadi satu. Walaupun begitu, semuanya tetap harus kujalani. Karena semua ini adalah takdir kehidupanku".


-
-

Destiny

-
-


"Baiklah, sebagai gantinya... Bagaimana kalau besok aku traktir kau makan ice cream?"

"Woah! Ne, aku mau! Hmm... Taemin, sudah dulu ne? Aku mengantuk..."

"Baiklah... Sampai bertemu besok!"


Tuutt... Tuutt... Tuutt...


Sambungan telepon itu pun akhirnya terputus. Aku pun meletakan ponselku ini di meja belajar yang berada di dekat ranjangku. Setelah itu aku memejamkan kedua mataku ini.

-
-

Destiny (Chapter 6 : Bad Morning)

-
-


"Eugh~" Gadis itu sedikit terusik karena seberkas cahaya matahari pagi menembus jendela kamarnya, menerpa wajah cantiknya yang tengah terlelap dengan damainya. Kedua matanya mulai membuka secara perlahan. Jemari tangannya meraba meja yang terletak di dekat tempat tidurnya, mencari barang berharga miliknya yang terletak disana. "Mwo? Setengah enam?" Jeritnya dengan kedua mata terbelalak. "MYUNGSOO OPPA!!!!!!" Kali ini ia benar-benar berteriak dengan sangat kencang. Jika ini adalah film kartun atau anime, mungkin kalian akan melihat keadaan rumah Hyora yang akan terguncang seketika.

.
.
.
.
.

Di sebuah kamar tidur, terlihatlah seorang pemuda tampan berambut hitam tengah duduk sambil menulis. Oh tidak, sepertinya bukan sedang menulis. Lebih tepatnya ia sedang duduk di kursi, dengan tangan kanan yang menggenggam pulpen. Ya, pemuda itu -Kim Myungsoo- sedang berkutat dengan tugas sekolahnya yang semalam belum sempat ia selesaikan. "Aish~ Bagaimana lagi ini? Aku sudah tidak tau kelanjutannya" Ucapnya kesal lalu tanpa sengaja ia melempar pulpen hitam miliknya. Dan pulpen itu sukses terjatuh di kolong meja belajarnya.

"Aish! Ada-ada saja sih. Kenapa pulpennya malah terlempar?" Gerutunya. Ia pun segera menunduk untuk mengambil pulpen itu. Namun, belum sempat ia mengambil pulpen itu...

"MYUNGSOO OPPA!!!!" Tiba-tiba saja terdengar suara jeritan yang sangat kencang memanggil namanya. Hal itu tentu saja membuat Myungsoo terkejut.


DUKKK...


"Appo!!!" Ringisnya saat kepalanya sukses mencium meja belajar miliknya. Ia pun mengelus-elus kepalanya dan langsung berjalan menuju kamar adik perempuannya -Kim Hyora-.

Belum sempat Myungsoo membuka kenop pintu kamar Hyora, ternyata sang pemilik kamar sudah membukanya terlebih dahulu. "Kyaa~ Hantu!!!" Jerit Hyora.


Pletak...


Satu jitakan sukses mendarat di kepala gadis itu. Hal ini membuat gadis itu langsung mengelus kepalanya sambil mengerucutkan bibirnya. "Aish~ Oppa kenapa memukulku?" Tanyanya kesal.

"Yak! Hyora, babo! Harusnya aku yang bertanya padamu! Kenapa pagi-pagi begini kau sudah membuat masalah?" Myungsoo memberi death glare pada Hyora.

"Mwo? Masalah? Memangnya aku membuat masalah apa? Jangan seenaknya saja menuduh seperti itu!" Hyora pun tak mau kalah dari Oppanya.

"Kenapa kau harus berteriak seperti tadi huh?"

“Itu karena... Apa Eomma dan Appa sudah berangkat ke New York?” Tanya Hyora.

Myungsoo hanya mengangguk pelan. “Ne, mereka sudah berangkat sejak tadi”

“Aish~ Kenapa oppa tidak membangunkanku?” Ucap Hyora sembari mengerucutkan bibirnya lucu.

Myungsoo hanya menggelengkan kepalanya. “Ternyata kau tidak sadar huh? Sejak tadi aku sudah membangunkanmu, tapi kau tetap tertidur pulas. Jadi jangan salahkan aku!” Ucap Myungsoo sambil beranjak dari kamar Hyora. Ia berjalan menuju tangga rumahnya.

“Yak! Kau mau kemana? Aku belum selesai bicara” Tanya Hyora sambil mengikuti Myungsoo yang tengah menuruni tangga.

“Kau mau mengoceh apalagi huh? Dari pada kau mengoceh, lebih baik cepat mandi lalu siapkan sarapan untuk kita!” Pinta Myungsoo dengan seenaknya.

“Aish~ Apa-apaan dia? Seenaknya saja menyuruhku seperti itu!” Ucap Hyora kesal sambil berkacak pinggang. Ia pun berjalan menuju dapur. Membuka kulkas untuk melihat persediaan bahan makanan. Dan... “OPPA!!!” Lagi dan lagi, ia berteriak sekencang mungkin. Membuat seseorang yang dipanggil namanya berdecak kesal.

“Ada apa lagi huh? Tidak bisakah kau tidak berteriak sekali saja?” Ucap Myungsoo setelah tiba di dapur.

“Mianhae, tapi kurasa tidak bisa” Ucap Hyora sambil terkekeh pelan. Membuat Myungsoo semakin kesal pada adik manisnya itu.

“Memangnya ada apa lagi?”

“Kurasa takan ada sarapan untuk pagi ini...” Ucap Hyora berterus terang.

“Tidak ada sarapan? Apa maksudmu?” Myungsoo mengerutkan keningnya. Ia tak mengerti apa yang sedang dibicarakan adiknya itu.

Hyora pun membuka pintu kulkas yang berada didekatnya itu. Lalu jari tangannya menunjuk kearah kulkas. “Lihatlah! Tidak ada persediaan apapun didalam sini”

Kedua bola mata namja manis itu membulat sempurna. “MWO? J-Jadi Eomma dan Appa pergi ke New York tanpa meninggalkan persediaan makanan apapun?”

Hyora menganggukan kepalanya. “Ne, lalu bagaimana?”

Myungsoo hanya mengangkat bahunya. “Aku tak tau. Ah, sudahlah! Lebih baik kita segera bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah”

Hyora mengangguk pasrah. “Baiklah...”

Myungsoo dan Hyora pun segera pergi menuju ke kamar mereka masing-masing untuk bersiap-siap berangkat ke sekolah.

.
.
.
.
.

TOK... TOK... TOK...


Seorang namja tengah mengetuk pintu sebuah kamar tidur. Ia menunggu di depan pintu itu dengan setia. Dalam hatinya, ia berharap sang penghuni kamar akan membuka pintu untuknya. Namun, kali ini harapannya tak terwujud. Terbukti setelah beberapa menit menunggu, tak satu pun penghuni kamar membuka pintu untuknya. Akhirnya ia pun membuka kenop pintu itu.


Cklek...


Ia pun masuk ke dalam kamar itu dengan perlahan. Sepasang matanya menangkap sosok penghuni kamar yang masih terlelap di alam mimpi. “Ckck... Dasar pemalas!” Ucapnya sambil berkacak pinggang. Ia pun menarik napas dalam-dalam, lalu...

“TAEMIN-AH! KAI-YA! CEPAT BANGUN!!!!” Teriaknya dengan sekeras mungkin. Membuat sang penghuni kamar terusik.

“Hyung, berisik! Jangan berteriak seperti itu!” Ucap Taemin sambil mengerjapkan kedua matanya.

“Lima menit lagi hyung...” Sahut Kai dengan kedua mata yang masih terpejam.

“YAK! KIM JONGIN, CEPAT BANGUN!!!!” Teriak Key.

“Sebentar lagi hyung...” Ucap Kai. Ia menarik selimutnya sampai menutupi seluruh tubuhnya.

Key pun semakin kesal dengan aksi dongsaengnya itu. Ia pun berjalan menuju tempat tidur Kai. Taemin yang masih setengah sadar pun bergidik ngeri melihat hyungnya itu. “KIM JONGIN, CEPAT BANGUN!” Teriaknya lagi.

“Aish~ Sebentar lagi hyung! Aku masih meng—“

“CEPAT BANGUN ATAU KAU MAU KUSIRAM SEPERTI KEMARIN HUH?” Teriak Key sambil menarik selimut yang dipakai oleh Kai.

“Hyung, kau sungguh menyebalkan!” Gerutu Kai sambil mengerucutkan bibirnya.

“Kau bicara apa?” Tanya Key.

“Ah—Tidak, tidak. Aku tidak mengatakan apapun. Sudahlah sana, hyung lebih baik keluar dari kamarku!!!” Usir Kai dengan seenaknya.

Key memutar bola matanya malas. “Dasar dongsaeng kurang ajar! Seenaknya saja kau mengusirku” Ucapnya kesal. Membuat kedua dongasengnya terkekeh pelan. Key pun segera beranjak dari kamar Taemin dan Kai.

.
.
.
.
.

Setelah melakukan perjalanan yang cukup sebentar, kini Hyora dan Myungsoo telah tiba di parkiran sekolah mereka.

“Oppa, aku lapar. Kita ke kantin dulu ne?” Tanya Hyora. Myungsoo mengangguk setuju. Ia menerima tawaran adiknya karena memang perutnya terasa lapar.

.
.
.
.
.

“Disini masih sepi sekali...” Ucap Hyora sambil menatap sekelilingnya. Ia pun menempatkan dirinya di salah satu kursi kosong yang berada di kantin itu.

Myungsoo mengangguk pelan. “Tentu saja, pedagang pun belum banyak yang buka. Hmm—Jadi kau mau pesan apa?” Tanya Myungsoo pada Hyora.

Hyora pun diam sampai beberapa menit, ia tampak sedang berpikir keras.

“Yak! Kenapa kau diam saja huh? Aku bertanya padamu, bodoh! Kau mau pesan apa?”

Hyora memutar bola matanya malas. “Aku ingin nasi goreng kimchi saja”

“Baiklah, aku akan pesan makanan dulu. Kau tunggu disini!” Ucap Myungsoo. Sedangkan Hyora hanya mengangguk tanpa menjawab apapun. Dan tentu saja hal itu membuat Myungsoo –Kakaknya- mendengus kesal. “Kau mendengarku tidak?!” Tanyanya lagi.

“Ne, oppa tersayang! Aku mendengarmu, sudah sana cepat pesankan aku makanan!” Perintah Hyora dengan seenaknya saja.

“Cih! Menyebalkan!!!” Ucap Myungsoo dengan kesal. Ia pun segera beranjak dari tempatnya.

.
.
.
.
.

Setelah beberapa menit menunggu, sepertinya Hyora mulai bosan. Ia masih duduk sendirian, ya karena Myungsoo belum juga kembali. Ia pun menopang dagunya sambil sesekali tangan yang lain mengetuk-ngetuk jarinya pada meja.

“Annyeong! Pagi-pagi begini kenapa sudah melamun eoh?” Sapa seorang namja yang baru datang pada Hyora. Ia pun duduk dibangku kosong yang berada disamping kanan Hyora.

“Aish—Memangnya siapa yang melamun?”

“Kau Hyora-ya! Memangnya siapa lagi?” Tanya namja itu. “Kenapa kau disini sendirian?”
Hyora menggeleng pelan. “Tidak, aku bersama Myungsoo oppa”

“Benarkah? Kau mengigau ya? Sepertinya aku hanya melihatmu disini”

“Aku tidak mengigau, sunbae! Myungsoo oppa sedang memesan nasi goreng kimchi. Sunbae sendiri sedang apa disini?”

“Berhenti memanggilku formal seperti itu, Kim Hyora!” Ucap namja itu kesal.

Hyora hanya terkekeh pelan. “Ne, Baekhyun oppa. Jadi, kenapa kau ada disini?“

“Oh, ini tadi aku baru saja membeli air mineral. Tak sengaja, aku melihatmu duduk sendirian disini” Ucapnya sambil menunjukkan botol mineral di tangannya.

Byun Baekhyun adalah teman sekaligus sahabat dari Myungsoo. Mereka sudah bersahabat sejak kelas 10. Ia juga cukup dekat dengan Hyora, karena ia sering berkunjung ke rumah Myungsoo.

“Baekhyun-ah, kau sudah sampai ne? Sejak kapan kau ada disini?” Tanya Myungsoo yang baru saja kembali dengan membawa dua piring nasi goreng kimchi pesanannya.

“Yak! Myungsoo, kenapa kau hanya memesan dua makanan huh? Cepat pesankan untukku juga!”

“Aish~ Apa-apaan kau ini? Baru datang sudah menyuruhku seenaknya saja!”

“Sahabat macam apa kau ini? Pelit sekali dengan sahabatmu yang tampan ini” Ucap Baekhyun sambil mempoutkan bibirnya.

“Biar saja aku pelit, lagi pula aku kan hanya pelit padamu. Dan satu lagi, kau itu tidak tampan. Tapi... Kau imut!” Ucap Myungsoo sambil tertawa geli. Sedangkan Baekhyun –sahabatnya- memberinya death glare yang sama sekali tak menyeramkan.

“Kau tak percaya kalau kau imut?” Tanya Myungsoo pada Baekhyun.

Baekhyun menggeleng. “Tidak, aku tidak percaya”

“Kalau kau tidak percaya, tanyakan saja pada Hyora” Myungsoo melirik Hyora.

Hyora mengangguk menyetujui pendapat Myungsoo. “Ne, Baekhyunie oppa memang sangat imut. Aku iri pada wajah imut oppa”

“YAK! KIM HYORA! KIM MYUNGSOO!!!” Baekhyun berteriak kesal pada dua orang itu.




-To Be Continued-


.
.
.

Next Chapter


“Ne, Baekhyun-ah...”

“Oh iya, dimana Chanyeol?”

.
.

"Taemin-ah, nanti jadi kan kita beli ice cream?"

"Memangnya siapa yang mau membelikanmu ice cream?"



Ditulis Oleh : Dyan Rosdiana // 12/17/2014 09:45:00 PM
Kategori:

0 Komentar:

Poskan Komentar

WARNING!!!
- Diharapkan memberi nama saat berkomentar!
- Pergunakan bahasa yang sopan untuk berkomentar.
- Jika ada yang berkomentar tidak sopan, maka admin berhak menghapus komentar tersebut.
- Jika kalian mau copas dari sini, sertakan nama blog ini sebagai sumbernya.
- Jika ada link mati, mohon diberitahukan melalui komentar.
- Author juga tinggal di dunia nyata dan tidak akan selalu online, jika komentar kalian tidak dibalas mohon dimaklumi ^^

 

Statistik

Statistik

Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net SEO Stats powered by MyPagerank.Net

Berlangganan Melalui

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner