Selasa, 24 Juni 2014

Destiny (Chapter 2 : New School, New Friends)


Title : Destiny

Author : Dyan Rosdiana

Cast :
  1. Kim Jongin a.k.a Kai (EXO).
  2. Kim Hyora (OC).
  3. Lee Taemin (SHINee) as Kim Taemin.
  4. Kim Kibum a.k.a Key (SHINee).
  5. Oh Sehun (EXO).
  6. Do Kyungsoo (EXO).
  7. Kim Myungsoo a.k.a L (Infinite).
  8. Park Hyunae (OC).
Rating : T

Genre : Brothership, Family, Friendship, School Life, Gaje ._.

Lenght : Chaptered

Disclaimer : Ide cerita dan OC yang ada dalam ff ini adalah murni hasil karangan author. Seluruh cast milik allah, orang tua, dan milik diri mereka sendiri.

Note : FF ini juga diposting di akun wattpad author.


Warning! Gaje, OOC, typo, dan penulisan tidak mengikuti EYD.



Chapter sebelumnya => Chapter 1 : After 4 Years.



HAPPY READING! ^^






"Senang, bahagia, sedih dan perasaan yang tersakiti. Semuanya campur aduk menjadi satu. Walaupun begitu, semuanya tetap harus kujalani. Karena semua itu adalah takdir kehidupanku".


-
-

Destiny

-
-


Malam hari telah berganti menjadi pagi hari yang cerah. Kicauan burung-burung terdengar sangat merdu. Sinar matahari pagi telah masuk perlahan ke dalam sebuah kamar melalui jendela yang telah terbuka itu. Membuat salah satu penghuninya sedikit terusik. 

"Hoooaaamm....." Salah satu penghuni kamar itu mulai membuka kedua bola matanya secara perlahan. Ia mengerjapkan kedua matanya itu, lalu melihat sebuah jam dinding yang menempel di dinding kamarnya itu. "Hmm~ Masih setengah enam pagi. Ini pasti kerjaan eomma, masuk ke kamarku diam-diam dan membuka jendela itu"

CKLEEKK....

Terdengar suara pintu kamar terbuka. Menampakkan sosok seorang namja yang masih berpakaian piyama tidurnya sedang masuk ke dalam kamar itu secara perlahan. "Ah... Rupanya kau sudah bangun?"

"Ne, aku memang sudah bangun. Memangnya ada apa kau kemari hyung?" Tanya Taemin dengan wajah polosnya.

"Aish~ Paboo...! Tentu saja untuk membangunkanmu dan Kai" Ucap Key. Kedua matanya melirik sesosok namja yang masih tertidur pulas sambil memeluk gulingnya erat. "Dia masih tertidur eoh?" Tanyanya lagi. Taemin hanya menganggukan kepalanya.

Key pun berjalan mendekati namja yang tengah tertidur pulas itu. "Kai, ayo bangun! Ini sudah pagi. Kau harus pergi ke sekolah barumu!" Ucap Key sambil mengguncangkan tubuh namja berambut hitam itu. Namun, namja itu tidak merespon sama sekali. Ia justru semakin terlelap dalam tidurnya.

"Kai, dongsaengku yang tercinta! Ayo bangun! Nanti kau bisa telat nak!" Ucap Key yang masih berusaha membangunkan Kai. Tapi Kai tetap saja tidak merespon. Kali ini, ia memeluk gulingnya semakin erat.

Satu kali, dua kali, tiga kali, bahkan sampai sepuluh kali lebih Key berusaha membangunkan dongsaengnya itu dengan cara yang lembut. Namun tetap saja Kai tidak merespon. Ia justru semakin terlelap dalam tidurnya (Kai pikir, Key oppa lagi dongeng kali ya? ._.). Namun bukan Key namanya, jika dia tak berhasil membangunkan dongsaengnya itu. Key pun menarik napas dalam-dalam, lalu.....

"KAI, CEPAT BANGUN! KALAU TIDAK, KAU BISA TERLAMBAT!!!" Key berteriak sangat kencang tepat di sebelah telinga kanan Kai. Taemin yang masih duduk di ranjangnya pun hanya menggeleng-geleng kepala sembari menutup kedua pendengarannya itu.

Kai pun mulai terusik dari tidurnya. "Nanti saja ya hyung! Aku masih mengantuk sekali hyung!" Ucap Kai dengan kedua mata yang masih terpejam itu. Key pun semakin geram dengan Kai yang sangat sulit untuk dibangunkan. Ia pun berlari kecil menuju kamar mandi yang berada di dalam kamar Kai dan Taemin.

Hana . . .

Dul . . .

Set . . . 


BYUURRRR............


"Yaaakkk!!! Apa-apaan ini?" Kai langsung terbangun ketika mendapati seluruh tubuh dan ranjangnya basah kuyup akibat ulah hyungnya itu. Ya, setelah Key kembali dari kamar mandi, ia membawa seember air ditangannya. Lalu langsung menumpahkan seember air itu kepada Kai yang masih tertidur pulas diatas ranjangnya itu. Taemin dan Key pun tertawa puas melihat kejadian itu.

"Itu adalah hadiah spesial untukmu, Jongin! Kau mendapatnya spesial dariku, karena kau susah sekali dibangunkan!" Sahut Key sambil tersenyum kemenangan.

"Huh... Kau jahat sekali, hyung!" Ucap Kai sambil mengerucutkan bibirnya.

"Biar saja. Aku ini kan memang jahat" Ucap Key dengan santainya. Ia melirik Taemin yang masih duduk diranjangnya. "Dan kau Taemin! Cepatlah mandi atau kau mau ku siram seperti Kai, huh?" Titah Key dengan mata yang melotot.

"N-Ne, hyung! Aku, aku, aku mau mandi saja..." Ucap Taemin yang langsung mengambil langkah seribu menuju kamar mandi.

"Hyung, kau harus bertanggung jawab atas semua ini. Lihatlah! Bukan hanya tubuhku saja yang basah kuyup, tapi ranjangnya juga basah" Rengek Kai dengan wajah memelas.

"Pabo! Tidak perlu merengek seperti itu! Kau kan tinggal menjemurnya di balkon saja!" Ucap Key dengan santainya. Ia pun beranjak dari kamar kedua dongsaengnya itu.

"Huh!!! Key hyung, kau sangat menyebalkan!!!" Gerutu Kai.

-
-
-

--SKIP--

-
-
-

Kai Pov


Aku baru saja selesai mandi dan langsung bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Aku memakai seragamku lengkap karena ini adalah hari pertamaku bersekolah. Sekilas aku menoleh ke arah jam dinding di kamarku yang sudah menunjukkan pukul 06.20.

"Kai, cepatlah sedikit!!! Kita sudah telat!" Ucap Taemin yang sudah menungguku di depan pintu kamar. Aku hanya mengangguk, lalu mengambil tas hitam milikku. Aku dan Taemin pun berlari dengan tergesa-gesa menuruni beberapa anak tangga dan langsung menuju ruang makan.

"Kalian berdua kenapa?" Tanya ahjumma-ku dengan wajah penasaran. Ia menatapku dan Taemin secara bergantian.

"Kami, kami telat eomma. Ini semua gara-gara Kai" Ucap Taemin sambil melirikku. Apa-apaan dia huh? Menuduhku sembarangan.

Aku pun mendengus kesal. "Enak saja kau bicara! Ini semua gara-gara Key hyung!" Ucapku sambil menunjuk hyungku.

"MWO? Kenapa kau malah menyalahkan aku?"

"Ne, seandainya saja hyung tidak menyiram..."

"Siapa suruh kau susah dibangunkan?" Ucap Key hyung yang menyelaku berbicara.

"Hey, sudah, sudah! Hentikan!!! Ini adalah meja makan dan digunakan untuk tempat makan! Jadi ini bukan tempat untuk beradu mulut seperti ini..! Mengerti?" Ahjussi melerai kami berdua yang mulai beradu mulut. Kami pun hanya menganggukan kepala.

"Ppallii, Kai! Ini sudah jam 6.30. Mau sampai kapan kau berdiam diri seperti itu huh? Kita bisa telat..." Ucap Taemin sambil mengambil roti yang ada di meja makan.

"Aigo!!! Kau benar. Kajja kita berangkat sekarang! Ahjussi, Ahjumma, hyung kami berangkat dulu ne..." Ucapku sambil mengambil sepotong roti. Aku pun berlari mengejar Taemin yang sudah lebih dulu pergi keluar.

-
-
-

--SKIP--

-
-
-

Author Pov


Kyungmin High School



Sebuah mobil berwarna hitam tengah berhenti di parkiran. Pintu mobil pun terbuka dan langsung menampakkan dua sosok namja tampan yang baru saja keluar dari mobil itu. "Huh, untung saja tidak telat" Ucap Taemin.

"Jadi ini sekolahmu ya?" Tanya Kai sambil melihat sekelilingnya.

"Ne, ini sekolahku. Ayo kita ke ruang guru!" Ajak Taemin. Kai hanya mengangguk lalu mengikuti Taemin yang berjalan didepannya.

-
-
-

--SKIP--

-
-
-

"Jadi kau ya siswa pindahan dari LA itu?" Tanya seorang wanita berkacamata pada Kai yang duduk dihadapannya.

"Ne, sonsaengnim"

"Siapa namamu?"

"Kim Jongin"

"Sebentar ya! Akan aku carikan data milikmu!" Ucap wanita itu sembari mencari data milik Kai. "Hmm.. Kim Jongin, kau masuk kelas 11-3. Kau beruntung sekali karena tidak perlu mencari kelasnya lagi"

"M-Maksudnya?"

"Kau sekelas dengan Taemin-ssi" Ucap wanita itu sambil melirik ke arah Taemin yang duduk disamping Kai. "Oh ya, kau boleh ke kelas sekarang!"

"Gamsahamnida, sonsaengnim..."

-
-
-

--SKIP--

--
-

Kai Pov


Kini aku telah tiba tepat didepan pintu biru bertuliskan 11-3 Classroom. Taemin pun membuka pintu biru itu, lalu kami berdua masuk ke dalam ruang kelas 11-3.

"Sudah cukup ramai rupanya....." Batinku. Aku terus berjalan mengikuti Taemin yang sudah berjalan didepanku. Aku berusaha bersikap senormal mungkin, walaupun sebenarnya aku merasa risih karena seluruh murid dikelas ini terus menatapku dengan wajah bertanya-tanya. Entahlah apa yang sedang mereka pikirkan saat ini. Aku tidak tau.

"Kau duduk disana saja ya!" Pinta Taemin sambil menunjuk sebuah bangku kosong dibelakangnya. Aku pun hanya menganggukan kepalaku dan menaruh tasku di atas meja yang berada di pojok ruangan ini.

"Eh, ini tas siapa?" Tanyaku sembari menunjuk tas hitam disebelahku.

"Itu tas milik seorang siswa yang akan menjadi teman sebangkumu. Namanya Do Kyungsoo. Kau tenang saja, dia adalah siswa yang baik dan tidak bodoh sepertimu"

"Aish-- Apa-apaan kau ini?" Ucapku kesal. Sedangkan ia malah terkikik.

"TAEMIN!!! Akhirnya kau datang juga. Kenapa kau datang lambat sekali eoh? Dan sejak kapan rambut coklatmu itu dicat menjadi warna hitam seperti itu?" Ucap seorang yeoja berambut hitam sambil berjalan kearahku. Hey, apa dia sedang berbicara kepadaku? Tapi, tapi kenapa dia memanggilku Taemin? Dia sedang mengigaukah? Aneh! .__.

"Hmm... Taemin ada disini nona! Bukan disana..." Ucap Taemin dengan santainya. Yeoja tadi menoleh kearah Taemin. Sepertinya ia terkejut karena telah salah memanggil orang. Dan sekarang ia menoleh lagi kearahku. Tapi raut wajahnya berbeda dengan tadi, kali ini wajahnya terlihat seperti orang kebingungan.

"Aaaaahhhh.........." Jeritnya dengan keras. Aku pun sontak menutup kedua telingaku ini. Begitupun dengan Taemin, ia melakukan hal serupa denganku. Dan seluruh murid dikelas ini menatap kami bertiga heran.

"Yakk! Pabooo! Kau ingin membuat pendengaranku rusak karena jeritanmu itu ya?" Protes Taemin.

"M-Mianhae... Ta-Tapi itu ada hantuuuu! Wajahnya mirip sekali denganmu!" Ucap yeoja aneh itu sambil menunjukku.

"Apa kau bilang?" Ucapku kesal. Huh, enak saja dia bilang aku hantu.

"Kyaa!!! Hantunya bicara padaku" Ucapnya lagi. Kulihat Taemin malah tertawa melihat ulah yeoja tadi. Huh, sepertinya dia senang aku dibilang hantu.

"Hyora bisakah kau antar aku ke--" Ucap yeoja lainnya pada yeoja aneh dihadapanku yang ia panggil dengan Hyora. Yeoja yang baru datang itu menatapku heran. Oh tidak! Jangan bilang dia akan menyebutku hantu juga! "Taemin-ah kenapa kau tidak pernah memberitahuku bahwa kau memiliki saudara kembar?" Oh baguslah, rupanya yeoja ini tidak seheboh temannya.

"Hyunae, rupanya kau bisa melihat tuan hantu juga eoh?"

"Kau ini apa-apaan sih? Aku itu bukan HANTU" Ucapku dengan sengaja menekankan kata hantu.

"Kau yang apa-apaan tuan hantu? Untuk apa kau datang kemari dengan wajah mirip Taemin, huh?"

"Sudah kubilang aku ini bukan hantu! Aku manusia! Lihatlah kakiku dapat menapak ditanah!!! Jadi berhentilah menyebutku tuan hantu!" Ucapku kesal. Seenaknya saja memanggilku seperti itu. Dia itu babo atau bagaimana sih? ._.

"Suka-suka aku dong tuan hantu" Ucapnya dengan tampang 'watados'. Aish yeoja ini benar-benar membuatku kesal ._.

"Sudah-sudah! Kalian berdua berisik sekali sih" Ucap Taemin sambil berusaha melerai kami berdua. "Baiklah nona-nona, perkenalkan ya ini adalah saudaraku yang baru saja datang dari LA kemarin"

"Oh jadi kau ini benar-benar saudara kembarnya Taemin ya. Jeoneun Park Hyunae Imnida" Ucap yeoja berambut coklat panjang itu sambil mengulurkan tangan kanannya.

"Kim Jongin. Kau bisa memanggilku Kai. Dan satu lagi, aku dan Taemin memang saudara. Tapi kami bukan saudara kembar" Ucapku tersenyum sambil menjabat tangannya.

"Ne, walaupun kau melihat wajah kami seperti anak kembar. Tapi tetap saja ada yang berbeda dari wajah kami" Sahut Taemin.

"Ne, tentu saja wajahku lebih tampan. Sedangkan wajahmu itu lebih imut" Ucapku terkikik. Taemin hanya menatapku tajam.

"Hey, jangan lupakan bahwa aku juga ada disini..."

"Oh, iya. Aku sampai lupa, kalau kau ada disini. Namaku Kim Jongin atau kau bisa memanggilku Kai" Ucapku sambil mengulurkan tangan kepada yeoja aneh itu.

"Aku Kim Hyora" Ucap si yeoja aneh berambut hitam itu. Kami berdua saling berjabat tangan. Namun, aku sengaja mencengkram tangannya dengan keras. Hihi... Ini pembalasanku padamu nona menyebalkan.

"Aaaww... Lepaskan!" Rintihnya sambil melepaskan jabat tangan kami. Ia menatapku tajam. "Dasar tuan hantu menyebalkan!"

"Apa katamu?"

"TUAN HANTU MENYEBALKAN!!!"

"Hey, sudah-sudah!!! Hyora, lebih baik kau antar aku ke toilet ne? Sebentar lagi bel masuk berbunyi" Ajak Hyunae sambil menarik tangan temannya itu.

"Ne. Kajja!!!" Hyora pun pergi mengantar temannya ke toilet.

"Huh! Dasar yeoja aneh!!!" Gerutuku. Kulihat Taemin masih mentertawakanku. Dasar bocah menyebalkan. "Taemin, kalau kulihat sepertinya kau dengan yeoja tadi sudah sangat akrab ya?"

"Ah? Siapa?"

"Kau pabo! Kau dengan yeoja tadi. Hmm-- Maksudku Hyora" Ucapku kesal.

"Oh itu. Aku dan Hyora sudah bersahabat sejak kelas 1 SMP"

"Aku heran kenapa kau bisa bersahabat dengan yeoja heboh yang sangat menyebalkan dan cerewet itu?" Ucapku sambil menggelengkan kepalaku dengan cepat.

"Asal kau tau saja, dibalik itu semua dia adalah yeoja yang lembut dan perhatian. Itu yang membuatku selalu nyaman berada didekatnya" Ucap Taemin sambil tersenyum.

"Hmm... Sepertinya kau menyukainya ya?" Ucapku sambil menatapnya jail.

"Eh, tidak, tidak!!! Kami itu hanya bersahabat tidak lebih"

"Ah, jangan bohong! Mungkin benih cinta itu belum tumbuh..." Godaku lagi.

"Kau ini apa-apaan sih?" Taemin menatapku tajam. Aku memang sangat suka menggodanya. Habis dia juga menyebalkan sih. Hihihi....




-To Be Continued-


-
-
-


>> Next Chapter <<

"Annyeong haseyo! Perkenalkan namaku Kai. Aku adalah siswa pindahan dari Los Angeles"

"Terima kasih atas perkenalannya Kai-ssi"


-
-

"Kyaa~ Hantu..."

"Dasar kau penakut!"





Ditulis Oleh : Dyan Rosdiana // 6/24/2014 09:10:00 PM
Kategori:

0 Komentar:

Poskan Komentar

WARNING!!!
- Diharapkan memberi nama saat berkomentar!
- Pergunakan bahasa yang sopan untuk berkomentar.
- Jika ada yang berkomentar tidak sopan, maka admin berhak menghapus komentar tersebut.
- Jika kalian mau copas dari sini, sertakan nama blog ini sebagai sumbernya.
- Jika ada link mati, mohon diberitahukan melalui komentar.
- Author juga tinggal di dunia nyata dan tidak akan selalu online, jika komentar kalian tidak dibalas mohon dimaklumi ^^

 

Statistik

Statistik

Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net SEO Stats powered by MyPagerank.Net

Berlangganan Melalui

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner