Jumat, 20 Juni 2014

Destiny (Chapter 1 : After 4 Years)


Title : Destiny

Author : Dyan Rosdiana

Cast :
  1. Kim Jongin a.k.a Kai (EXO).
  2. Kim Hyora (OC).
  3. Lee Taemin (SHINee) as Kim Taemin.
  4. Kim Kibum a.k.a Key (SHINee).
  5. Oh Sehun (EXO).
  6. Do Kyungsoo (EXO).
  7. Kim Myungsoo a.k.a L (Infinite).
  8. Park Hyunae (OC).
  9. Sisanya temukan sendiri ya! .__.v
Rating : T

Genre : Brothership, Family, Friendship, School Life, Gaje .__.

Lenght : Chaptered

Disclaimer : Ide cerita fanfic ini adalah murni hasil pemikiran author. Seluruh cast milik allah, orang tua dan diri mereka masing-masing.

Note : FF ini juga aku posting di akun wattpad author.


Warning! Gaje, OOC, typo, penulisan tidak sesuai EYD, alur cerita berantakan.



Chapter sebelumnya => Destiny (Prolog).



HAPPY READING! ^^







"Senang, bahagia, sedih dan perasaan yang tersakiti. Semuanya campur aduk menjadi satu. Walaupun begitu, semuanya tetap harus kujalani. Karena semua ini adalah takdir kehidupanku".


-
-

Destiny

-
-


Sinar matahari pagi telah menyapa seluruh penduduk yang berada di Kota LA. Menggantikan malam yang gelap gulita.


Knock . . . Knock . . . Knock . . .


Seorang wanita paruh baya tengah mengetuk pintu kamar berwarna coklat kayu itu. "Kim Jongin, ayo bangun! Ini sudah pagi. Kau ingat kan harus berangkat hari ini?"

" . . . " Tak ada satupun jawaban yang terdengar dari dalam kamar.

"Cepatlah bangun anakku yang tampan!" Seru wanita itu lagi. Kali ini ia menggedor-gedor pintu dengan sangat keras. Membuat si pemilik kamar menjadi terusik.

"Aku masih sangat mengantuk, eomma!" Teriak kai dari dalam kamarnya.

"Tapi kalau begini terus, kau bisa tertinggal pesawat nanti" 

"Aish! Ini kan hari minggu. Biasanya aku selalu bangun siang setiap hari minggu, karena hanya di hari inilah aku bisa merasakan free." Gerutu kai. Tetapi mengingat hari ini adalah hari bersejarah dalam hidupnya, ia pun mulai membuka kedua matanya secara perlahan. Lalu duduk sambil mengerjapkan matanya. Setelah itu ia langsung menuju ke kamar mandi dengan perasaan malas.

-
-
-

--SKIP--

-
-
-

Kai Pov


Setelah selesai mandi dan sarapan pagi, aku membawa barang-barang milikku yang telah kumasukkan ke dalam koper sebelumnya menuju bagasi mobil. Dan dengan berat hati, ku langkahkan kedua kakiku ini untuk masuk ke dalam mobil milik ayahku.

"Apakah kau sudah siap?" Tanya appaku.

Aku mengangguk sembari tersenyum tipis. "Ne. Aku siap, appa! Kajja!" Lalu mobil yang kutumpangi ini pun mulai berjalan perlahan menuju bandara.

-
-
-

--SKIP--

-
-
-

Laju mobil yang kutumpangi ini telah terhenti. Itu pertanda bahwa aku telah tiba di tempat tujuan. Ya, dimana lagi kalau bukan Bandara Internasional of LA. Aku pun mulai melangkahkan kakiku untuk menuruni mobil ini. Lalu aku mengambil koper besar yang tersimpan di bagasi.

"Jaga dirimu baik-baik ya anakku!" Ucap eommaku sembari memeluk erat tubuhku ini. Hangat! Ya, hangat sekali pelukan ini. Pelukan dari seorang ibu untuk anaknya. Sudah lama aku tak merasakan pelukan ini. Andai saja ia tak mementingkan pekerjaannya atau mungkin bisa untuk sekedar memberikan waktunya untukku. Mungkin aku akan sering mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu.

"Ku harap kau akan berhenti membuat masalah lagi nak!" Ucap appaku sambil mengacak-acak rambut hitamku ini. Oh tuhan! Aku ingin mendapatkan kasih sayang dan kehangatan dari keluarga ini.

"Ne. Aku berangkat ke Korea dulu" Ucapku sambil tersenyum manis kepada kedua orang yang sangat kucintai ini. Dengan berat hati ku langkahkan kedua kaki ini menuju pesawat yang akan membawaku terbang ke Korea Selatan. Sambil berjalan sesekali aku menoleh pada orang tuaku, lalu melambai-lambaikan tangan kananku kepada mereka.

-
-
-

--SKIP--

-
-
-

Author POV


SEOUL, KOREA SELATAN


Setelah tertidur selama penerbangan berlangsung, Kai pun mulai membuka kedua matanya lebar. Ia mulai melangkahkan kakinya untuk turun dari pesawat yang ditumpanginya itu.

Kini, sepasang bola mata berwarna gelap itu tengah sibuk mencari seseorang yang telah dimintanya untuk menjemputnya setiba di Korea. Namun, sepertinya orang yang di cari tidak ada. "Huh... Dimana dia? Padahal sudah kusuruh untuk menjemputnya! Bahkan aku juga sudah memberitahu keberangkatan ku tadi. Jadi seharusnya bocah itu sudah memperkirakan bahwa aku akan tiba sekarang" Gerutu kai. Tangan kanannya tengah mencari suatu benda yang ia simpan di kantong celananya.

"KAAAIIIIII..........." Terdengar teriakan seseorang dari kejauhan. Remaja laki-laki yang berteriak tadi pun segera berlari mendekati Kai yang tengah berdiam diri disamping koper besarnya itu.

Kai hanya tersenyum manis ketika mendapati sosok yang ia cari sejak telah berada dihadapannya. Ia pun langsung memeluk erat tubuh remaja laki-laki itu. "Taemin, aku sangat rindu padamu!!!"

"Oh, kau masih mengingat wajahku rupanya! Aku juga sangat merindukanmu saudaraku!" Balas remaja yang bernama Kim Taemin itu. *Di ff ini marganya Taemin aku rubah jadi Kim ya, saudara-saudara! :D*

"Pabo! Bagaimana bisa aku melupakan wajahmu? Kau lupa ya, wajahmu itu mirip sekali denganku! Ya, walaupun begitu tetap saja sih wajahku yang lebih tampan" Ucap Kai sambil melepas pelukannya lalu tertawa kecil.

Taemin yang mendengarnya hanya menatap Kai dengan tajam. "Kau terlalu percaya diri bocah! Aaah... Kau ini sama saja seperti dulu!" Ucap Taemin kesal.

"Benarkah???"

"Ne. Kau itu dari dulu sampai sekarang tetap menyebalkan! Sudahlah, ayo kita ke mobil!" Ajak Taemin. Kai hanya mengangguk saja.

Mereka berdua pun melangkahkan kakinya menuju mobil milik Keluarga Taemin. Setelah tiba di depan mobil yang telah berisikan seorang supir tampan, kai dan taemin pun masuk ke dalam mobil itu. Mereka berdua mengambil kursi kosong yang ada di belakang.

"Aish, pabo! Kenapa tak ada satupun dari kalian yang duduk di depan?" Tanya supir tampan itu.

"Aku sedang malas duduk di depan, hyung!" Ucap Taemin.

"Aku juga hyung..." Timpal Kai.

"Yakk! Sepertinya kalian berdua ingin membuatku terlihat seperti supir pribadi kalian ya? Pokoknya salah satu dari kalian berdua harus ada yang duduk di depan! Atau aku akan meninggalkan kalian berdua disini dan kalian pulanglah naik taxi!" Omel si pemuda tampan itu.

"Kai, kau saja ya yang duduk di depan! Kau tidak mau kan mendengar ocehan key hyung yang susah berhenti itu kan?" Ucap Taemin sambil mengeluarkan jurus aegyo-nya. Membuat Kai ingin muntah-muntah setelah melihatnya. *Piss ._.v

Ya, Kim Kibum a.k.a Key adalah kakak kandung Taemin. Usianya hanya berjarak dua tahun lebih tua dari usia Kai dan Taemin. Menurut Taemin, Key adalah kakak laki-laki yang sangat galak, cerewet dan menyebalkan. Namun dibalik itu semua, Key adalah orang yang sangat perhatian terhadap keluarganya. Key itu seperti eomma kedua baginya.


PLETAK!!!


"Yakk! Appo, hyung! Hiks.. Hiks..." Taemin hanya meringis ketika sebuah jitakan mendarat di kepalanya dengan keras. Tangannya tak berhenti mengelus kepalanya yang sakit.

"Kau bilang apa barusan?" Tanya Key dengan mata melotot.

"Molla! Aku sudah lupa..." Sahut Taemin dengan juteknya. *Ceritanya ngambek nih?* :p

"Hmm~ Baiklah. Aku yang duduk di depan" Ucap Kai setelah berpikir panjang. *Yailah, mikirnya lama amat ya! Nungguin Taemin dipukul dulu, baru jawab* :D

Setelah Kai pindah ke kursi depan, mobil pun mulai melaju dengan perlahan. Kai hanya melihat pemandangan Kota Seoul yang sudah lama tak ia jumpai dari dalam mobil.

"Sudah lama sekali ya, aku tidak kesini" Ucap Kai memecahkan keheningan yang berlangsung sejak tadi.

"Ne, sudah 4 tahun lamanya" Sahut Key yang tetap fokus menyetir.

"Dan sejak saat itu juga kau tak pernah sekalipun menginjakkan kedua kakimu itu dirumah kami" Ucap Taemin dengan nada kesal. Kai dan Key yang mendengar ucapan Taemin hanya tertawa saja. "Ish... Kalian berdua kenapa malah mentertawakan aku? Memangnya ada yang lucu?" Taemin mengerucutkan bibirnya. Sepertinya kali ini ia telah bertambah kesal karena ulah dua manusia yang menurutnya aneh itu.

"Kai, kau tau tidak? Sewaktu Taemin baru tau, bahwa ternyata kau akan pindah dan menetap di LA...." Ucap Key namun terpotong, karena adiknya menyela.

"Hyung, diamlah!" Pinta Taemin.

Kai hanya menatap keduanya dengan heran. "Lanjutkan saja, hyung! Jangan pedulikan Taemin".

"Dia men.... Mmmpht...." Sebelum Key menyelesaikan ucapannya, Taemin langsung membekap mulut dan hidung Key dari belakang. Kai yang melihat kejadian itu pun hanya bisa melongo. Ia menatap kedua saudaranya dengan bertanya-tanya.

"Rupanya adik dan kakak sama-sama aneh..." Ucap Kai dalam batinnya.

Key yang tengah dibekap oleh adiknya itu pun,  berusaha untuk melepaskan tangan Taemin dari dirinya. Akhirnya ia mencubit tangan Taemin sekeras-kerasnya.

"Aaaaahhhh....." Jerit Taemin dan langsung menjauhkan tangannya dari Key. "Aish.. Appo, hyung! Kau tega sekali padaku. Kau jahat hyung!" Ucapnya manyun. Membuat suasana menjadi dramatis. *lebay* :D

"Enak saja kau bicara! Bukannya kau yang jahat padaku?"

"Memang apa buktinya kalau aku jahat padamu hyung?"

"Ya tuhan! Taemin, kau tidak sadar ya? Kau hampir saja membunuhku tadi. Kau membekapku sampai aku sesak napas!" Gerutu Key.

Taemin yang baru menyadari semuanya, hanya tertawa kecil menunjukkan sederet giginya yang putih itu. "Mianhae, hyung!"

"Ehm... Eh, tadi kau mau bicara apa hyung?" Tanya Kai yang masih penasaran.

"Dia menangis selama seminggu setelah kau pergi ke LA" Ucap Key dengan cepatnya.

Kai tertawa dengan sangat kerasnya setelah mendengar ucapan Key. "Benarkah itu? Oh Taemin, kau sungguh memalukan! Hahaha...."

"Tuhkan benar dugaanku. Dia pasti akan mentertawakan aku! Uh... Kau menyebalkan hyung!" Ucap Taemin kesal.

-
-
-

--SKIP--

-
-
-

Kini mobil yang dikendarai oleh Kai dan dua saudaranya itu telah berhenti tepat di depan sebuah rumah besar bertingkat dua itu. Mereka pun segera turun dari mobil dan segera masuk ke dalam rumah itu.

"Eomma, appa, kami sudah pulang dengan seseorang" Teriak Taemin.

"Kai, kau kah itu?" Tanya seorang wanita paruh baya yang tidak lain adalah eomma-nya Taemin dan Key. Ia tengah berlari kecil menuju orang yang ditanyanya itu. Ia langsung memeluk erat tubuh remaja itu.

"Sebaiknya jangan terlalu erat memeluknya! Kau tidak lihat ya, dia sudah sesak napas" Ucap seorang pria yang baru datang itu.

"Ah... Maafkan aku" Ucap eomma-nya Taemin lalu melepas pelukannya.

Kai tersenyum sembari menganggukan kepalanya. "Ne, tak apa ahjumma"

"Sudah lama tak melihatmu, ternyata sekarang kau sudah besar ya!" Ucap appa-nya Taemin sambil mengacak-acak rambut hitam milik Kai.

"Aish, tentu saja ahjussi. Masa aku harus kecil terus" Ucap Kai. Kedua matanya melirik kearah Taemin yang berdiri didekatnya.

"Wae? Kenapa kau melirikku?" Protes Taemin. Semua orang tertawa kecuali Taemin, ia justru manyun karena kesal.

"Sudah, sudah! Taemin, lebih baik kau mengajak Kai ke kamarmu!" Ucap eomma-nya. Taemin hanya mengangguk, lalu membawa Kai pergi ke kamarnya.

-
-
-

--SKIP

-
-
-

Kai Pov



Kini aku telah berada di kamar Taemin. Kamar ini terlihat sangat teduh, karena bercatkan warna biru muda. Di sana terdapat dua tempat tidur single yang terpisahkan oleh meja dan lampu tidur. Ya, dapat kupastikan itu adalah tempat tidurku dan Taemin.

"Nah, ini dia kamarku. Dan mulai sekarang, kamar ini juga kamarmu" Ucap Taemin.

Aku mengangguk. Lalu berjalan ke salah satu tempat tidur itu, lalu merebahkan diri. Baru saja aku ingin memejamkan kedua mataku, si cerewet Taemin menggangguku.

"KAU JANGAN TIDUR DISANA!" Teriaknya kencang membuatku membuka kedua mataku ini.

"Memangnya kenapa?" Aku mengangkat kedua alisku. Heran? Tentu saja heran. Memangnya aku melakukan kesalahan? Atau jangan-jangan...

"Itu tempat tidurku! Kau pergilah dari sana!!!" Ucapnya sambil menyeretku untuk menjauh dari tempat tidurnya. Huh... Benarkan dugaanku. Aku pun langsung pindah ke tempat tidur yang lainnya. Lalu aku merebahkan diri dan memejamkan kedua mataku.

-
-
-

--SKIP--

-
-
-

Pukul 07.00 PM KST.


Aku dan saudara-saudaraku tengah makan malam bersama di ruang makan. Disini kami sangat menikmati seluruh hidangan di meja makan. Ya, semua ini adalah masakan ahjummaku.

"Kai, besok adalah hari pertamamu bersekolah di sekolah baru. Jadi ku harap besok kau bisa bangun lebih awal" Ucap ahjussi.

"Memangnya aku akan sekolah dimana, ahjussi?"

"Kau akan satu sekolah dengan Taemin. Jadi besok kalian berdua harus berangkat bersama, ne?" Tanya ahjussi sambil melirik aku dan Taemin. Kami berdua pun hanya mengangguk mengiyakan.

Setelah selesai makan malam, aku diajak Taemin untuk bermain PS dikamar. Kami pun langsung pergi menuju ke kamar dengan bersemangat.

-
-
-

--SKIP--

-
-
-

Pukul 12.30 AM KST.



Lima jam sudah kami bermain. Ya, dari dulu selalu saja begitu. Kalau kami sudah bermain bersama pasti tak akan ingat waktu.

"Aish! Kau curang kai" Ucap Taemin sembari mengacak-acak rambut coklat miliknya. Ia terlihat sangat frustasi.

Aku tertawa geli melihat kelakuan bocah yang satu ini. "Enak saja kau bicara! Kau saja yang pabo. Tak bisa bermain..." Ledekku.

"Aaahh... Sudahlah! Aku mau tidur saja" Ucapnya ngambek. Lalu berjalan ke tempat tidurnya. "Lebih baik kau tidur! Besok kau harus bangun pagi"

"Ne, aku akan tidur" Ucapku lalu mematikan ps yang sejak tadi menyala. Aku pun berjalan ke tempat tidur. Merebahkan diri dan menutup kedua mataku.





- To Be Continued -


-
-
-


>> Next Chapter <<

"Kalian berdua kenapa?"

"Kami, kami telat eomma! Ini semua gara-gara Kai"

-
-

"Ini tas siapa?"

"Itu tas milik seorang siswa yang akan menjadi teman sebangkumu"

-
-

"Huh! Dasar yeoja aneh!!!"

"Ah? Siapa?"





Ditulis Oleh : Dyan Rosdiana // 6/20/2014 10:04:00 PM
Kategori:

0 Komentar:

Poskan Komentar

WARNING!!!
- Diharapkan memberi nama saat berkomentar!
- Pergunakan bahasa yang sopan untuk berkomentar.
- Jika ada yang berkomentar tidak sopan, maka admin berhak menghapus komentar tersebut.
- Jika kalian mau copas dari sini, sertakan nama blog ini sebagai sumbernya.
- Jika ada link mati, mohon diberitahukan melalui komentar.
- Author juga tinggal di dunia nyata dan tidak akan selalu online, jika komentar kalian tidak dibalas mohon dimaklumi ^^

 

Statistik

Statistik

Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net SEO Stats powered by MyPagerank.Net

Berlangganan Melalui

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner