Senin, 26 September 2011

Lailatul Qadar

Lailatul Qadar:

      Lailatul Qadar atau Lailat Al-Qadar (bahasa Arab: لَيْلَةِ الْقَدْرِ ) (malam ketetapan) adalah satu malam penting yang terjadi pada bulan Ramadan, yang dalam Al-Qur'an digambarkan  sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Dan juga diperingati sebagai malam diturunkannya Al Qur'an. Deskripsi tentang keistimewaan malam ini dapat dijumpai pada Surat Al Qadar, surat ke-97 dalam Al Qur'an.

Etimologi:
         Menurut Quraish Shihab, kata Qadar (قﺩﺭ) sesuai dengan penggunaannya dalam ayat-ayat Al Qur'an dapat memiliki tiga arti yakni:

  1. Penetapan dan pengaturan sehingga Lailat Al-Qadar dipahami sebagai malam penetapan Allah bagi perjalanan hidup manusia. Penggunaan Qadar sebagai ketetapan dapat dijumpai pada surat Ad Dukhan ayat 3-5 : Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Quran) pada suatu malam, dan sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan semua urusan yang penah hikmah, yaitu urusan yang besar di sisi Kami.
  2. Kemuliaan. Malam tersebut adalah malam mulia tiada bandingnya. Ia mulia karena terpilih sebagai malam turunnya Al-Quran. Penggunaan Qadar yang merujuk pada kemuliaan dapat dijumpai pada surat Al-An'am (6): 91 yang berbicara tentang kaum musyrik: Mereka itu tidak memuliakan Allah dengan kemuliaan yang semestinya, tatkala mereka berkata bahwa Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada masyarakat.
  3. Sempit. Malam tersebut adalah malam yang sempit, karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi, seperti yang ditegaskan dalam surat Al-Qadr. Penggunaan Qadar untuk melambangkan kesempitan dapat dijumpai pada surat Ar-Ra'd ayat 26: Allah melapangkan rezeki yang dikehendaki dan mempersempit (bagi yang dikehendaki-Nya)

Keistimewaan Lailatur Qadar:
    Banyak orang yang secara sadar menunggu & berusaha sekuat kemampuan untuk mendapatkan malam ini sepanjang Ramadhan, terutama pada sepuluh hari terakhir.  Seperti tercantum dalam surat al-Qadr, terdapat empat keistimewaan malam ini, yaitu:

  1. Pertama, malam diturunkannya Alquran. Ada yang mengatakan bahwa pada malam inilah dahulu Nabi Muhammad SAW menerima ayat Alquran untuk pertama kalinya. Ada juga yang mengatakan bahwa yang dimaksud turunnya Alquran di sini adalah turunnya Alquran dari lauh al-mahfuzh ke langit dunia secara sekaligus. Selanjutnya dari langit dunia Alquran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur selama hampir 23 tahun.
  2. Kedua, nilai ibadah yang dilakukan pada malam ini lebih baik dari seribu bulan. Diriwayatkan oleh Ibnu Hatim dan al-Wahidi dari Mujahid RA bahwa ada seorang Israel yang menyandang senjata dalam rangka berjuang di jalan Allah SWT selama seribu bulan. Para sahabat yang mendengar cerita ini pun takjub. Maka turunlah surat al-Qadr. Masih dari Mujahid RA, Ibnu Jarir meriwayatkan bahwa ada seorang Israel yang beribadah sepanjang malam, kemudian berperang melawan musuh sepanjang siang. Demikian dilakukan selama seribu bulan. Kemudian turunlah ayat “Lailat al-Qadr itu lebih baik dari seribu bulan” sebagaimana yang telah dilakukan oleh orang tersebut. Kalau dihitung secara matematis, seribu bulan itu sama dengan 83 tahun 4 bulan. Beribadah pada malam ini nilainya lebih baik dari pada beribadah selama 83 tahun, suatu waktu yang belum tentu kita memiliki umur sepanjang itu. Dan malam ini hanya diberikan kepada umat Muhammad SAW, dan hanya ada di bulan Ramadhan.
  3. Ketiga, para malaikat, termasuk malaikat Jibril, turun membawa keputusan tentang apa yang akan terjadi selama setahun ke depan. Hal ini diperkuat pula dengan ayat-ayat pertama pada surat ad-Dukhan.
  4. Keempat, para malaikat menebar salam pada malam tersebut sampai pagi. Hal ini sangat istimewa bagi para hamba Allah yang malam itu melakukan salat sepanjang malam, berdoa, istighfar, membaca tasbih, dan amalan lain dalam rangka beribadah kepada Allah SWT. 
       Melihat sejumlah keistimewaan pada malam tersebut, sangat wajar dan masuk akal kalau umat Islam seluruh dunia berusaha meningkatkan ibadah di bulan Ramadhan. Mudah-mudahan bertepatan pada lailatul qadar, mereka sedang beribadah kepada Allah SWT. Salat malam, membaca Alquran, zikir, membaca salawat, dan amal ibadah lainnya. Ibadah “hanya” semalam tapi dinilai lebih baik dari 83 tahun.

Waktu Terjadinya Lailatul Qadar:

        Lailatul Qadar itu terjadi pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam


تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ


“Carilah lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari no. 2020 dan Muslim no. 1169)

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Carilah lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari no. 2017)

     Kemungkinan terjadinya lailatul qadar di malam-malam ganjil itu lebih besar daripada malam-malam genap, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

Jika seseorang merasa lemah atau tidak mampu, janganlah sampai terluput dari tujuh hari terakhir, karena riwayat dari Ibnu Umar, (dia berkata) : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
اِلْتَمِسُوْهَا فِي الْعَشْرِ اْلأَوَاخِرِ فَإِنْ ضَعُفَ أَوْ عَجِزَ فَلاَ يُغْلَبَنَّ علَىَ السَّبْعِ الْبَوَاقِى
“Artinya : Carilah di sepuluh hari terakhir, jika tidak mampu maka jangan sampai terluput tujuh hari sisanya” [Hadits Riwayat Bukhari 4/221 dan Muslim 1165]

Tanda-Tanda Lailatul Qadar:
    Berikut adalah beberapa tanda yang pernah digambarkan oleh Rasulullah SAW dalam beberapa hadistnya:

  • Udara & suasana pagi yang tenang. Ibnu Abbas radliyallahu’anhu berkata: Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda : “Lailatul qadar adalah malam tentram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah.”
  • Cahaya matahari melemah keesokan harinya, bersinar cerah tapi tidak kuat. Dari Ubay bin Ka’ab radliyallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda : “Keesokan hari malam lailatul qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan.”
  • Bulan nampak separuh bulatan. Abu Hurairoh radliyallahu’anhu pernah bertutur: Kami pernah berdiskusi tentang lailatul qadar di sisi Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam, beliau berkata, “Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan.”
  • Malam yang terang, tidak dingin, tidak berawan, tidak hujan, tidak panas, tidak ada angin kencang, dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan binatang (lemparan meteor bagi setan). Sebagaimana sebuah hadits, dari Watsilah bin al-Asqo’ dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam : “Lailatul qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)” (HR. at-Thobroni dalam al-Mu’jam al-Kabir 22/59 dengan sanad hasan)
  • Terkadang terbawa kedalam mimpi. Seperti yang terkadang dialami oleh sebagian sahabat Nabi radliyallahu’anhum.
  • Orang yang beribadah pada malam tersebut merasakan lezatnya ibadah, ketenangan hati dan kenikmatan bermunajat kepada Rabb-nya tidak seperti malam-malam lainnya.



سورة القدر
(KEMULIAAN) 
Surat ke 97 : 5 ayat


بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
KEMULIAAN LAILATUL QADAR.


إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan.


وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ
2. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?


لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
3. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.


تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ
4. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.


سَلاَمٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
5. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.




Sumber: Diolah dari berbagai sumber




0 Komentar:

Poskan Komentar

WARNING!!!
- Diharapkan memberi nama saat berkomentar!
- Pergunakan bahasa yang sopan untuk berkomentar.
- Jika ada yang berkomentar tidak sopan, maka admin berhak menghapus komentar tersebut.
- Jika kalian mau copas dari sini, sertakan nama blog ini sebagai sumbernya.
- Jika ada link mati, mohon diberitahukan melalui komentar.
- Author juga tinggal di dunia nyata dan tidak akan selalu online, jika komentar kalian tidak dibalas mohon dimaklumi ^^

 

Statistik

Statistik

Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net SEO Stats powered by MyPagerank.Net

Berlangganan Melalui

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner